
SOLUSI UNTUK SANTRI: Pengasuh Ponpes Sabilurrosyad KH Marzuqi Mustamar memberi sambutan saat peluncuran Santirnet, Kamis (23/10). (DARMONO/JAWA POS RADAR MALANG)
JawaPos.com – Peringatan Hari Santri 2020 menjadi momentum untuk mendekatkan pesantren dengan teknologi dalam merespons perubahan global. Kemarin (22/10) Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar meluncurkan platform digital SantriNet sebagai terobosan alternatif untuk menutup celah-celah yang tak mungkin dilakukan selama masa pandemi.
Muhaimin menuturkan, dengan SantriNet, para santri di seluruh Indonesia tetap bisa menjalankan tradisi-tradisi yang selama ini ada di pesantren.
Khususnya dalam belajar-mengajar. Misalnya, santri bisa mengakses serta membaca kitab-kitab dan pelajaran pesantren mulai fikih, ilmu alat, tafsir, hadis, tarikh, hingga ilmu-ilmu lain. ’’Santri harus melek teknologi, ini tidak bisa ditawar,’’ kata Muhaimin saat menghadiri perayaan Hari Santri di Pondok Pesantren Sabilurrosyad, Malang.
Menurut dia, membangun infrastruktur teknologi di kalangan pesantren adalah pilihan yang tak bisa dihindari saat ini. Pandemi menyadarkan bahwa santri harus mampu merespons dan beradaptasi dengan perubahan global yang begitu cepat.
Dengan jumlah pesantren sekitar 28 ribu, santri mukim dan tidak mukim sebanyak 18 juta, serta pengajar berjumlah 1,5 juta, tentu itu menjadi modal sosial yang sangat besar. Jika bisa dikelola dengan baik, kata dia, hal tersebut akan menjadi penggerak perubahan bangsa. ’’Untuk itu, membangun infrastruktur yang bisa menambal kebuntuan-kebuntuan di masa pandemi adalah keharusan. Dengan ini, santri dan pesantren bisa mandiri,” kata Gus Ami, sapaan baru Muhaimin Iskandar.
Lebih lanjut, dia mengatakan, santri dan pesantren sudah saatnya mampu merespons perubahan-perubahan global tanpa tercerabut dari akar tradisi yang diwariskan para masyayikh. ’’Itulah yang mampu membentuk karakter santri,’’ tegas Gus Ami.
Sementara itu, Kementerian Agama (Kemenag) kemarin menggelar upacara peringatan Hari Santri. Upacara tersebut dipimpin Menag Fachrul Razi.
Pandemi Covid-19 menjadi salah satu tema yang diangkat. Para santri diingatkan untuk disiplin menerapkan protokol kesehatan. Fachrul tidak ingin ada pesantren yang kemudian menjadi klaster penularan Covid-19.
Di bagian lain, Menteri Keuangan Sri Mulyani menuturkan, pemerintah memberikan alokasi anggaran bagi pemulihan ekonomi pesantren. "Pemerintah telah mengalokasikan dana dukungan bagi pesantren dan pendidikan keagamaan di tengah pandemi hingga Rp 2,6 triliun. Salah satunya dalam rangka menyiapkan pesantren untuk bisa beradaptasi terhadap era kebiasaan baru akibat Covid-19," ujarnya.
Ani memerinci, bantuan untuk pendidikan lembaga pesantren, madrasah, dan LPA mencapai Rp 2,38 triliun. Sementara itu, bantuan pembelajaran daring Rp 211,7 miliar.
Dia menyebutkan, tiap pesantren mendapatkan bantuan bergantung ukuran. Pesantren kecil yang jumlahnya mencapai 14.900 mendapatkan anggaran Rp 25 juta. Pesantren berukuran sedang sebanyak 4.000 diberi bantuan Rp 40 juta. Lalu, pesantren besar yang berjumlah 2.200 mendapat anggaran Rp 50 juta.
Pemerintah juga mengalokasikan bantuan operasional bagi 62 ribu pendidikan diniyah. Masing-masing diberi Rp 10 juta. Juga, bantuan operasional 112 ribu pendidikan LPA yang masing-masing memperoleh Rp 10 juta.
Bagi guru, ustad, dan pengasuh pondok pesantren, mereka mendapat insentif berupa bantuan sosial dan bantuan pembangunan atau perbaikan sarana-prasarana.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=B4P9DPJE8Q0&ab_channel=jawapostvofficial

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
