Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 20 Agustus 2020 | 21.09 WIB

Kemendikbud Minta Pemda Segera Bertindak Jika Ada Kasus di Sekolah

puluhan siswa mengikuti proses belajar mengajar tatap muka di SMKN 1 Dlanggu Mojokerto Jawa Timur , Selasa (18/08), Muharto Kepala Sekolah mengatakan, pembelajaran tatap muka ini merupakan Uji coba ditengah masa pandemi,SMK tersebut menjadi salah satu per - Image

puluhan siswa mengikuti proses belajar mengajar tatap muka di SMKN 1 Dlanggu Mojokerto Jawa Timur , Selasa (18/08), Muharto Kepala Sekolah mengatakan, pembelajaran tatap muka ini merupakan Uji coba ditengah masa pandemi,SMK tersebut menjadi salah satu per

JawaPos.com - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengintruksikan pemerintah daerah (Pemda) mengambil langkah cepat bila terdapat kasus positif Covid-19 di lingkungan sekolah.

Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Menengah (Dirjen PAUD Dikdasmen) Jumeri mengatakan, dinas pendidikan di setiap daerah harus menganalisis situasi Covid-19 di wilayahnya, melakukan monitoring evaluasi pembelajaran tatap muka, dan mengambil langkah kedaruratan apabila ada kejadian di satuan pendidilan dan perubahan status zona.

"Tugas pemda adalah menghentikan KBM (kegiatan belajar mengajar) tatap muka pada satuan pendidikan yang ada di wilayahnya. Kalau ada klaster di sekolah, harus dilakukan isolasi, dihentikan, diambil langkah kedaruratan sesuai dengan standar protokol Covid," jelasnya dalam siaran televisi, Kamis (20/8).

Adapun, pembagian monitoring adalah berdasarkan wilayah, di mana pemerintah provinsi mengawasi SLB, SMA dan SMK. Sedangkan pemerintah kabupaten/kota memonitor jenjang pendidikan PAUD, SD dan SMP.

"Masing-masing wialayah punya aparat pengawas sekolah, kemudian ada kerjasama antara dinas pendidikan dengan dinas kesehatan dan pusat layanan kesehatan terdekat melakukan monitoring. Inilah bentuk kolaborasi yang ada dalam menjamin bahwa pembukaan sekolah ini tidak menghasilkan klaster baru di satuan pendidikan," terang dia.

Selain itu, ia juga kembali menegaskan bahwa isu terkait adanya klaster baru di sekolah tidak benar, seperti di Kalimantan Barat (Kalbar). Padahal, kasus itu diketahui setelah rapid dan swab test yang dilakukan Pemeritnah Kalbar sebelum kegiatan pembelajaran dimulai.

"Tidak ada klaster di sekolah, kita belum menemukan adanya klaster di sekolah," tegas Jumeri.

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=1j8zggAZXrI

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore