
BELUM ASN: Guru honorer berdemo agar segera diangkat menjadi PNS di Surabaya. (Dite Surendra/Jawa Pos)
JawaPos.com - Guru honorer yang memiliki lama pengabdian lebih dari 10 tahun meminta agar langsung diangkat menjadi aparatur sipil negara (ASN) melalui Keputusan Presiden (Keppres). Hal ini menyangkut masalah tes seleksi guru skema Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
Hal itu pun ditanggapi oleh Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Bima Haria Wibisana yang mengatakan bahwa tes itu adalah untuk mengetahui kompetensi para guru honorer.
"Kenapa harus tes? Kita ingin membuat suatu ukuran tertentu. Kita ingin membuat satu sistem yang adil. Seseorang harus buktikan bahwa dia memiliki kompetensi," jelasnya dalam siaran YouTube Pendidik VOX Point, Senin (18/1).
Tes ini, kata dia bukanlah untuk berkompetisi dengan guru yang lain, melainkan pribadi guru itu sendiri itu sendiri. Lama mengabdi hanya menjadi salah satu tolok ukur kompetensi, namun kemampuannya juga harus dibuktikan melalui tes.
"Mereka berkompetisi dengan dirinya sendiri, kalau mereka bahasa Inggris maka mereka pasti jadi PNS. Jadi kita bertanya nih, bagaimana kita bisa menunjukkan bahwa seseorang itu memiliki kompetensi. Saya (guru) kan sudah ngajar lama, oke, tapi orang lain percaya nggak (memiliki kompetensi), bagaimana buat orang lain percaya," ujar dia.
Dia pun memperkirakan alasan para guru honorer tersebut menolak tes adalah karena takut tidak lulus. Padahal, nanti dari pihak Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) akan memberikan bantuan soal dan juga para guru diberikan 3 kali kesempatan ikut tes apabila gagal.
"Apakah tes itu bisa menunjukkan kompetensi seorang guru, ya bisa lah. Kenapa sih kok takut banget ada tes? Apa anda takut ngga lulus? Kalau anda punya kompetensi tinggi buktikan dong," ujarnya.
Demi meningkatkan kualitas pendidikan di masa mendatang, guru menjadi faktor penting. Oleh karenanya, dirasa perlu untuk membuktikan kualitas guru tersebut dengan tes.
"Kan anda mengajar anak-anak masa depan bangsa, sekarang yang akan dirugikan kalau gurunya jelek siapa sih? Kan anak-anak itu yang akan menggerakkan negara ini. Kenapa kita tidak mencari the best teacher out there? Itulah kenapa harus tes," pungkasnya.
Seperti diketahui, Koordinator Nasional Perhimpunan untuk Pendidikan dan Guru (P2G) Satriwan Salim meminta kepada pemerintah untuk tidak melakukan tes kepada guru yang telah mengabdi selama puluhan tahun. Khususnya yang memiliki sertifikat pendidik.
“Saya rasa mereka yang profile seperti ini, mengabdi lebih dari 10 tahun dan memiliki sertifikat pendidik, mestinya tidak lagi mengikuti tes,” terang Satriwan dalam siaran YouTube Pendidikan VOX Point, Senin (18/1).

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
