alexametrics

Kuliah Full Daring, Universitas Islam Siber Mulai Beroperasi Besok

14 Desember 2021, 04:32:17 WIB

JawaPos.com – Indonesia bakal segera memiliki Universitas Islam Siber. Universitas siber ini merupakan transformasi dari IAIN Syekh Nurjati Cirebon. Saat ini Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis) Kemenag sedang menuntaskan perubahan nama menjadi Universitas Islam Siber Syekh Nurjati Indonesia (UISSI).

Keberadaan Universitas Islam Siber itu rencananya diawali dengan pembukaan Program Studi (Prodi) Siber PAI yang akan dibuka mulai Selasa (14/12) besok. ’’Dengan model pembelajaran yang sepenuhnya daring. Mulai dari proses pendaftaran mahasiswa sampai kelulusan,’’ kata Dirjen Pendidikan Islam Kemenag M. Ali Ramdhani Senin (13/12).

Pejabat yang akrab disapa Dhani itu mengatakan, kehadiran Cyber Islamic University atau Universitas Islam Siber itu didasari oleh semangat untuk memenuhi janji konstitusi. Yaitu memastikan bahwa tidak ada warga negara yang tidak terlayani untuk kuliah di perguruan tinggi keagamaan Islam.

Guru Besar UIN Sunan Gunung DJati tersebut menegaskan, transformasi kelembagaan yang digagas oleh IAIN Syekh Nurjati Cirebon menjadi Cyber Islamic University akan menjadi satu-satunya Perguruan Tinggi Keagamaan Islam siber di Indonesia. Dhani berharap Universitas Islam Siber tersebut diharapkan menjadi perguruan tinggi keagamaan Islam (PTKI) pertama di Indonesia yang sepenuhnya diselenggarakan secara online atau daring.

Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis) Kemenag Suyitno menegaskan kehadiran Cyber Islamic University dalam hal ini UISSI merupakan tuntutan zaman dan langkah strategis yang harus ditempuh Kemenag untuk merespon kebutuhan di lapangan. “Jadi Cyber Islamic University, ini bukan program gengsi-gengsian,’’ tandasnya.

Suyitno mengatakan, mereka punya pekerjaan rumah 86 ribu guru yang belum sarjana karena tidak dapat meninggalkan tugas mengajarnya. Jika ini tidak kita atasi, maka mereka tidak dapat meningkatkan jenjang karirnya sebagai guru profesional. Fenomena ini tidak boleh dibiarkan oleh Kemenag.

Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon Sumanta Hasyim mengatakan proses untuk menjadi Universitas Islam Siber butuh waktu panjang. ’’Saat ini kita dalam proses transformasi kelembagaan dari Institut menuju Universitas, sebuah Pilot Project yang ini merupakan sebuah apresiasi kepada lembaga kita dari Kemenag,’’ katanya.

Dia menjelaskan pada prinsipnya kampus siber tersebut menjalankan pembelajaran secara jarak jauh (PJJ). Sehingga bisa menjangkau masyarakat lebih luas. Sistemnya hampir sama dengan Universitas Terbuka (UT) di bawah naungan Kemendikbudristek.

Editor : Bintang Pradewo

Reporter : Hilmi Setiawan

Saksikan video menarik berikut ini:



Close Ads