Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 3 Juni 2021 | 14.39 WIB

Anggota Komisi X Minta Nadiem Awasi Vaksinasi Guru

Petugas kesehatan menyuntikan vaksin COVID-19  kepada seorang Guru di SMA Negeri 70, Jakarta, Rabu (24/2/2021). Para guru, dosen dan tenaga pendidik dijadwalkan akan menjalani vaksinasi Covid-19 mulai hari ini. Pelaksanaan vaksinasi khusus guru ini untuk - Image

Petugas kesehatan menyuntikan vaksin COVID-19 kepada seorang Guru di SMA Negeri 70, Jakarta, Rabu (24/2/2021). Para guru, dosen dan tenaga pendidik dijadwalkan akan menjalani vaksinasi Covid-19 mulai hari ini. Pelaksanaan vaksinasi khusus guru ini untuk

JawaPos.com - Anggota Komisi X DPR RI Sofyan Tan mengingatkan agar program vaksinasi untuk para guru dan tenaga kependidikan perlu diawasi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek). Pasalnya, di kota-kota besar dan daerah zona merah vaksinasi untuk guru masih sangat terbatas.

“Guru dan tenaga kependidikan sudah divaksinasi, namun belum merata. Sayangnya, di daerah-daerah zona merah justru vaksinasi sangat terbatas. Jakarta malah sudah 80 persen. Kota-kota besar lainnya minta perhatian Mas Menteri (Nadiem Makarim),” kata Sofyan dalam keterangannya yang dikutip, Rabu (2/6).

Sofyan mengkhawatirkan alokasi vaksin untuk guru dan tenaga kependidikan di daerah diselewengkan ke tempat lain atau bahkan diperjualbelikan. Di sinilah pentingnya pengawasan dari Kemendikbudristek.

Baca Juga: Menko PMK: Tangani Covid-19 Varian Baru, Prokes Perlu Ditingkatkan

"Kami khawatir ada penyelewengan vaksin di daerah. Mengapa vaksinasi guru dan tenaga kependidikan begitu lambat," imbuhnya.

Oleh karenanya, vaksinasi ini butuh pemantauan. Dirinya juga menginginkan vaksinasi tidak hanya ditujukan bagi guru dan tenaga kependidikan, tapi juga bagi keluarganya. "Ini harus diperjuangan oleh Mas Menteri," jelasnya.

Sementara itu, pada bagian lain, ia menyerukan agar Kemendikbudristek berani menyampaikan pembukaan pembelajaran tatap muka secara luas. Faktanya, tidak ada laporan penularan Covid-19 saat tatap muka dibuka secara terbatas di sekolah-sekolah.

Kalau pun ada kasus penularan, itu jumlahnya sangat kecil. "Kalau cuma sedikit yang tertular bisa diinformasikan kepada sekolah-sekolah lainnya agar berani tatap muka," pungkas dia.

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore