
Cagub Sumut Djarot Saiful Hidayat bertemu dengan masyarakat Desa Naga Dolok.
JawaPos.com - Momen lebaran dimanfaatkan oleh Djarot Saiful Hidayat untuk bersilaturahmi bersama masyarakat. Setelah sebelumnya bersilaturahmi dengan sejumlah tokoh Sumatera Utara (Sumut), kini Calon Gubernur Sumut itu Menyambangi Desa Naga Dolok, Kecamatan Tapian Dolok, Kabupaten Simalungun, Minggu (17/6).
Djarot pun ikut larut berbagi kebahagiaan dengan warga yang menggelar halal bihalal di los (pasar mingguan) Naga Dolok. Merayakan Lebaran jauh dari keluarga besar tampaknya semakin menambah semangat Djarot Saiful Hidayat untuk menemukan keluarga baru.
Meski melalui sebagian ruas jalan yang masih bergelombang, Djarot tetap menikmati keindahan desa yang dikelilingi area perkebunan. "Tadi pas mau ke mari, jalannya masih ada yang bergelombang dan ini bukan masalah pelik, karena masih bisa diperbaiki. Jika perusahaan Bridgestone yang punya kebun di sini tidak bersedia membenahi jalan sebagai bagian dari CSR, yah pemerintah daerah dalam hal ini provinsi tentu bisa mengambil alih,” kata Djarot yang hadir bersama Ketua Tim Kampanye Djarot Saiful Hidayat-Sihar Sitorus (Djoss), Djumiran Abdi, Minggu (17/6).
Menurut Cagub Sumut yang diusung PDI Perjuangan dan PPP ini, pembenahan jalan provinsi yang rusak diharapkan bisa diatasi dalam waktu yang cepat.
"Tadi dari Medan, saya memanfaatkan jalur tol yang sudah dibangun pemerintah pusat. Nah, kalau jalan provinsi juga kita benahi dan bisa terkoneksi dengan jalan negara, tentunya ini akan semakin baik bagi warga,” ujarnya.
Usai bersilahturahmi dengan warga Naga Dolok, Djarot kemudian mendatangi Desa Saribu Dolok, Kecamatan Silimakuta. Di hadapan ribuan relawan yang memadati lapangan eks pajak Saribu Dolok, mantan Gubernur DKI Jakarta itu menyoroti ketidakberdayaan petani menghadapi permainan harga para spekulan.
Selama ini, menurut pasangan Sihar Sitorus itu, harga jual di tingkat petani cukup rendah. Tetapi harga di konsumen akhir di daerah perkotaan bisa melonjak tajam. Ulah spekulan, ditambah buruknya infrastruktur jalan, menurutnya yang menghambat distribusi menjadi dua faktor utama.
Karenanya kata Djarot, keberadaan gudang penyimpanan bisa menjadi solusi cerdas. Dia mencontohkan, keberadaan Control Atmoshpere Storage (CAS) yang bisa menyimpan produk hortikultura hingga lima bulan. CAS tersebut menurut Djarot lebih berfungsi menjaga kestabilan harga, sehingga ketika pasokan melimpah harga tidak anjlok. Sementara pada saat pasokan berkurang harga tidak meroket tajam.
"CAS ini menjadi bukti komitmen kami berpihak kepada petani,” kata Djarot.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Ariel NOAH 18 Tahun Menduda, Dekat dengan Wulan Guritno di Ultah ke-45
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
7 Kebiasaan yang Bikin Ban Motor Cepat Botak, Mana yang pernah Kamu Lakukan?
Viral Pegawai BGN Sindir Korban Keracunan MBG Sambil Makan Chicken Katsu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sudah Tak Jadi Menkeu, Uang Rp 100 Ribu Bertanda Tangan Purbaya Malah Diburu
10 Kali Sidang Kasus Kuota Haji, Saksi Beberkan Tak Ada Dugaan Kerugian Negara
Psikolog Umum Kompeten dan Siap Berikan Layanan di Puskesmas, Pendidikan, Organisasi serta Komunitas
Tak Lagi jadi Menkeu, Momen Purbaya Makan Bakso Berdua Istri dan Kembali Nyetir Sendiri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022