
Photo
JawaPos.com - Sekretaris Jenderal Kementerian Sosial Hartono Laras menginstruksikan kepada segenap pegawai di lingkungan Sekretariat Jenderal Kementerian Sosial dan seluruh jajaran Kementerian Sosial untuk terus solid bekerja profesional dan berkomitmen penuh.
Hartono mempersilakan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kementerian Sosial menggunakan hak pilih alias mencoblos sebagai warga negara sesuai aturan konstitusi. Namun di sisi lain, mereka diminta tetap harus memperhatikan kewajiban sebagai pelayan masyarakat.
“Hari ini kita memang libur karena momentum pemilu untuk semua warga negara yang memenuhi persyaratan sebagai pemilih. Tapi Kamisnya, semua ASN di lingkungaan Kemensos harus bekerja seperti biasa. Segera kembali ke medan tugas karena tantangan tugas Kemensos makin meningkat,” kata Hartono, Rabu (17/4).
Hartono mengingatkan, setelah ASN di lingkungan Kementerian Sosial menggunakan hak pilihnya, pada hari pencoblosan Pemilu 2019, Rabu 17 April, yang juga hari libur nasional, maka pada Kamis yang kebetulan hari kejepit karena Jumat 19 April 2019 kembali merupakan hari libur, untuk tetap aktif bekerja seperti biasa.
Dalam pemilu serentak pertama kali di Indonesia, bahkan salah satu terbesar di dunia ini, Hartono mengajak semua ASN di lingkungan Kementerian Sosial menggunakan hak pilih untuk menyukseskan pesta demokrasi dengan suka cita.
Namun ia terus mengingatkan agar ASN kembali bekerja dengan disiplin, meningkatkan kinerja dengan sebaik-baiknya. Apalagi ASN pada prinsipnya bekerja untuk melayani masyarakat sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat
Sebagai pelayan masyarakat, Hartono mengingatkan, ASN bekerja tidak dibatasi oleh ruang, waktu, atau hari. “Apalagi Bapak Presiden dan Pak Mensos terus bekerja siang malam tidak mengenal hari libur serta memantau berbagai masalah sosial yang sering muncul secara tiba-tiba dan memastikan secara cepat melakukan koordinasi dan penanganan langsung.”
Hartonov juga menekankan beberapa tugas yang harus segera dilaksanakan, khususnya para pejabat struktural dan fungsional di lingkungan kesekjenan. Antara lain, bersama Inspektorat Jenderal mengawal progres pemeriksaan Laporan Keuangan Kemensos tahun 2018 oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), melakukan penataan SDM dan kelembagaan serta Barang Milik Negara, mengawal Reformasi Birokrasi Kemensos, dan mengembangkan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE).
Hal lain yang dibahas dalam rapim adalah menyelesaikan berbagai regulasi terutama RUU tentang Pekerja Sosial dan produk hukum lainnya, memantau percepatan realisasi anggaran 2109, dan menyiapkan program 2020.
Para pejabat struktural dan fungsional di lingkungan kesekjenan juga diminta memastikan data kemiskinan semakin akurat, serta meningkatkan layanan informasi dan dokumentasi yang dibutuhkan masyarakat serta tugas tugas administratif dan managerial lainnya sebagai unit pendukung.
“Jajaran kesekjenan harus senantiasa siap, bekerja dengan optimal dan melakukan langkah-langkah koordinasi dan dukungan kepada satuan kerja yang lain,” kata Hartono.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
