JawaPos Radar

'Gempur' Jawa Timur, Jokowi Bagi-Bagi Sertifikat, Prabowo Berziarah

07/09/2018, 15:53 WIB | Editor: Ilham Safutra
'Gempur' Jawa Timur, Jokowi Bagi-Bagi Sertifikat, Prabowo Berziarah
Presiden Joko Widodo berpidato di hadapan para santri salah satu pondok pesantren di Mojokerto. Turut hadir juga Gubernur Jatim terpilih Khofifah Indarparawangsa. (Sofan Kurniawan/Radar Mojokerto/Jawa Pos Group)
Share this

JawaPos.com - Dua bakal calon presiden (bacapres) hadir dalam bersamaan di Jawa Timur. Kehadiran mereka ini tentu bakal berimplikasi pada perolehan suara mereka pada Pilpres 2019 mendatang. Apalagi Jawa Timur memiliki daftar pemilih tetap (DPT) 30,5 juta jiwa. Tentunya suara di daerah ini untuk bisa merebut kemenangan bagi kedua calon.

Kemarin Jokowi dan Prabowo sama-sama ke Jawa Timur. Jokowi datang dalam kapasitas sebagai presiden. Capres yang berpasangan dengan Ma'ruf Amin itu mengunjungi Universitas PGRI Adi Buana (Unipa), Surabaya; Pondok Pesantren Amanatul Ummah, Mojokerto; dan JX International (Jatim Expo), Surabaya.

Sementara itu, Prabowo berkunjung ke Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang; Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang; dan makam KH Syaikhona Kholil, Bangkalan.

'Gempur' Jawa Timur, Jokowi Bagi-Bagi Sertifikat, Prabowo Berziarah
Prabowo Subianto silaturahmi ke sejumlah pondok pesantren Jatim dan berziarah di makam pendiri NU. (A.Yusron Farisandy/Jawa Pos Radar Madura)

Di kampus Unipa, Jokowi memberikan kuliah umum di depan 3 ribu guru dan mahasiswa baru Unipa. Jokowi mengklarifikasi kabar tentang penghentian tunjangan profesi guru. Mantan gubernur DKI Jakarta tersebut memastikan bahwa itu adalah kabar bohong. "Hoaks," kata Jokowi. Jokowi berjanji berada di barisan terdepan apabila ada pihak yang berusaha menghapus tunjangan untuk guru.

Dari Unipa, Jokowi bergeser ke Pondok Pesantren Amanatul Ummah, Pacet, Mojokerto. Jokowi berpesan agar para santri menghargai perbedaan. "Jangan sampai kita membeda-bedakan agama, suku, adat, dan tradisi. Apalagi, gampang curiga, berprasangka tak baik. Seperti saat ada pemilihan bupati, gubernur, dan presiden," ujar mantan wali kota Solo itu.

Puncak kunjungan Jokowi adalah membagikan 5 ribu sertifikat tanah untuk warga Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik di JX International. Awalnya panitia mengumumkan presiden batal hadir. Karena itu, pembagian sertifikat dilakukan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional Sofyan Djalil.

Namun, saat pembagian sertifikat, sekitar pukul 16.30, tiba-tiba rombongan presiden langsung memasuki ruangan. Alhasil, hadirin pun sempat dibuat kaget. Jokowi pun meneruskan pembagian sertifikat tersebut. Penyerahan itu merupakan bagian dari program pembuatan sertifikat masal di seluruh Indonesia.

Menurut Jokowi, pemerintah menargetkan program itu sudah selesai pada 2024. Yakni, seluruh tanah milik masyarakat sudah memiliki sertifikat. "Tahun lalu kita selesaikan 5 juta. Tahun ini 7 juta harus selesai. Tahun depan saya target 9 juta," katanya.

Prabowo Berziarah

Dari Jombang, Prabowo berziarah ke makam pendiri Nahdlatul Ulama (NU) KH Hasyim Asy'ari di Tebuireng dan KH Wahab Chasbullah di Tambakberas. Rombongan Prabowo tiba di Pesantren Tebuireng pukul 08.25, disambut KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin), wakil pengasuh Pesantren Tebuireng.

Ikut mendampingi Fuad Bawazier, Ketua DPD Partai Gerindra Jatim Soepriyatno, dan Sekretaris DPD Gerindra Jatim Anwar Sadad.

Di kompleks Ponpes Tebu­ireng, Prabowo nyekar ke makam KH Hasym Asy'ari dan Presiden Ke-4 RI KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur). "Saya kenal baik dengan keluarga Gus Dur dan KH Wahid Hasyim (ayahanda Gus Dur, Red). Dari waktu ke waktu ya saya suka berziarah ke sini," kata Prabowo kepada wartawan setelah berziarah.

Menurut dia, kedekatan tersebut tak hanya diperlihatkan menjelang pencapresan, tapi telah terjalin sejak lama. "Saya kira kita memang harus berhubungan erat dengan rakyat. Itu namanya demokrasi. Demokrasi artinya rakyat yang berdaulat, tentunya kita harus selalu minta dukungan rakyat."

Prabowo juga mendatangi makam KH Wahab Chasbullah di kompleks Ponpes Bahrul Ulum. Di hadapan para kiai Ponpes Bahrul Ulum, Prabowo Subianto menyampaikan rasa keprihatinannya terhadap kondisi bangsa Indonesia, khususnya kondisi ekonomi. Menurut dia, Indonesia berada dalam arah dan sistem ekonomi yang keliru. Ekonomi yang keliru itu mengakibatkan kekayaan alam tidak dinikmati bangsa sendiri. "Saya kira Kiai Wahab Chasbullah, Kiai Hasyim Asy'ari yang telah gigih melawan penjajah tidak mungkin bercita-cita mendirikan republik ini dalam kondisi ekonomi seperti ini," katanya.

Dari Jombang, Prabowo melanjutkan safari politiknya ke Bangkalan. Di sana mantan Pangkostrad itu berziarah ke makam KH Syaikhona Moh. Kholil. Sejumlah tokoh, kiai, ulama, santri, dan warga menyambut pendiri Partai Gerindra tersebut.

Kenapa datang ke Madura dan secara khusus Jawa Timur? Prabowo mengungkapkan, Jawa Timur merupakan tempat kemerdekaan Indonesia diuji. Selain itu, untuk mendekatkan diri kepada warga nahdliyin. Dalam berdemokrasi, orang yang mau minta mandat dari rakyat itu harus datang. "NU bagian besar rakyat Indonesia. Dengan sendirinya saya harus datang ke warga NU untuk meminta dukungan, minta izin dan restu," katanya. 

(ris/din/daf/luq/yan/naz/nk/JPG/c10/tom)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up