Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 20 Juli 2018 | 12.45 WIB

Semarakkan Idul Adha, ACT Luncurkan Program Kapal dan Dapur Kurban

Diskusi peluncuran dua program baru Global Kurban ACT di Menara 165, Jakarta Selatan - Image

Diskusi peluncuran dua program baru Global Kurban ACT di Menara 165, Jakarta Selatan


JawaPos.com - Dalam memeriahkan nuansa Idul Adha, Aksi Cepat Tanggap (ACT) lewat Global Kurban meluncurkan dua program baru. Di antaranya adalah program kapal kurban dan dapur kurban.


Presiden ACT, Ahyudin berharap adanya program tersebut menjadi gerakan masif di tengah-tengah masyarakat. Dengan Kapal Kurban, Ahyudin berupaya menggerakkan sejumlah kapal dari daerah-daerah yang surplus hewan kurban ke daerah yang minus kurban.


"Lalu kita akan menggerakkan juga program dapur kurban yang ada di semua provinsi InsyaAllah. Makanya target kurban tahun ini sekitar 75.000 ekor kurban setara kambing," jelas Ahyudin di Menara 165, Jakarta Selatan, Kamis (19/7).


Tidak sampai disitu, semangat berkurban juga akan disampaikan lewat pelayanan ke kamp-kamp pengungsian di berbagai negara. Sehingga, tindakan ini dapat menjadi edukasi dan semangat bagi umat Islam untuk menjadikan Indonesia kaya akan kebaikan.


"Alhamdulillah kita juga mendapat banyak proposal dari berbagai negara kiranya di moment kurban bangsa Indonesia bisa berkurban untuk kamp pengungsian di Palestine Suriah Rohingya di sejumlah negara yang terpapar kelaparan sampai Afrika," terangnya.


Dalam kesempatan yang sama Presiden Global Kurban ACT, Rini Maryani pun menjelaskan ide awal dari Kapal Kurban yaitu dilihat dari kondisi geografis wilayah Indonesia yang dikenal dengan negara maritim, dan melintasi beberapa daerah-daerah harus dengan menyebrang laut.


"Sumbawa kan negeri sejuta sapi, diharapkan bisa mengsubsidi wilayah perkotaan seperti Jakarta karena relatif secara rute lebih memungkinkan ke Jakarta. Nanti daging yang dari kapal kurban itu yang didistribusikan ke dapur dapur kurban," jelas Rini.


"Di Jakarta kita akan kirimkan ke 223 RW yang miskin, melanjutkan program kita yang tahun lalu kemudian dinbeberapa kota di Indonesia," tambahnya.


Global Kurban tahun lalu menyapa 250 kabupaten/kota di 34 provinsi serta 40 negara prasejahtera yang terpapar krisis kemanusiaan. Tahun 2018, Global Kurban akan memperluas targetnya ke 265 kabupaten/kota di seluruh Indonesia dan 46 negara.


"Belum 10 tahun InsyaAllah akan kita tingkatkan setiap tahunnya yang ingin berkurban. Tahun ini targetnya di 46 negara karena ada tambahan di Afrika dan Oceania prinsipnya sama secara pengadaan hewan kita datangkan dari wilayah terkait," tambahnya.


Menurut Rini, penyaluran daging kurban pun perlu dilihat dari kebutuhan masing-masing negara. Sebab, jika disamaratakan pemberian bantuan kurbannya, maka penerima tidak dapat dinikmati dan dinilai kurang maksimal.


"Seperti di Somalia rata-rata sukanya daging mentah, Bangladesh Rohingya kita pasti buatkan dapur kurban juga supaya bisa dinikmati. Prinsipnya menyediakan sesuai kebutuhan, tujuannya menjawab kebutuhan masyarakat," pungkasnya.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore