JawaPos Radar

Arab Saudi Buka Layanan Imigrasi di Setiap Embarkasi Haji

09/06/2018, 16:30 WIB | Editor: Dhimas Ginanjar
Arab Saudi Buka Layanan Imigrasi di Setiap Embarkasi Haji
Ilustrasi para jamaah haji asal Indonesia (Dok. JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin memastikan layanan imigrasi Arab Saudi untuk jamaah haji akan dihadirkan di Indonesia. Untuk kali pertama, tahun ini layanan biometrics yang mencakup pendataan 10 sidik jari dan foto wajah setiap jamaah dilakukan di 18 embarkasi se-Indonesia.

"Dengan layanan imigrasi di Tanah Air, waktu dan tenaga jamaah haji jauh terhemat. Mereka tak perlu lagi antre berjam-jam menunggu proses imigrasi di bandara Madinah maupun Jeddah," kata Menag seusai memimpin Rapat Koordinasi Persiapan Operasional Haji di Kantor Urusan Haji (KUH) Jeddah, Kamis malam (7/6).

Menurut Menag, tahun ini ada dua proses inovatif terkait imigrasi yang akan dilakukan di Indonesia. Pertama, proses perekaman data jamaah dilaksanakan di seluruh embarkasi, baik utama maupun Antara. Proses itu mencakup perekaman biometrics. Kedua, proses pre-clearance (verifikasi akhir) yang tahun ini baru diberlakukan uji coba di tiga embarkasi. Yakni,Jakarta Pondok Gede (JKG), Jakarta Bekasi (JKS), dan Surabaya (SUB). Di tiga embarkasi tersebut, jamaah akan melakukan proses verifikasi akhir (pre clearence) berupa perekaman satu sidik jari dan stempel paspor di Bandara Cengkareng dan Surabaya.

Saat ini ada 18 embarkasi di Indonesia yang terdiri atas 13 Embarkasi Utama dan 5 Embarkasi Antara. Embarkasi Utama meliputi, Aceh (BTJ), Medan (MES), Padang (PDG), Batam (BTH), Palembang (PLM), Jakarta-Pondok Gede (JKG), dan Embarkasi Jakarta-Bekasi (JKS). Selain itu, Embarkasi Surakarta (SOC), Surabaya (SUB), Mataram (LOP), Banjarmasin (BDJ), Balikpapan (BPN), dan Embarkasi Ujung Pandang (UPG). Sedangkan Embarkasi Antara ada di Provinsi Bengkulu, Jambi, Lampung, Kalimantan Tengah, dan Gorontalo. "Intinya, sebagian besar proses imigrasi Saudi sekarang dilakukan di semua asrama haji di Tanah Air," jelas Menag.

Perbedaan dari kedua proses tersebut, lanjut Menag, terletak pada perlakuan kepada jamaah pada saat tiba di Bandara Madinah dan Jeddah. Untuk jamaah yang berangkat dari embarkasi JKG (Lampung,  DKI Jakarta, Banten), JKS (Jawa Barat), dan SUB (Jawa Timur, Bali, dan NTT), karena sudah dilakukan proses pre-clearance di Bandara Cengkareng dan Surabaya, mereka akan diperlakukan sebagaimana proses penumpang di penerbangan domestik. "Tidak ada lagi proses imigrasi di Bandara Madinah dan Jeddah pada saat kedatangan. Jamaah bisa langsung menuju bus setibanya di bandara.

Untuk jamaah dari selain JKG, JKS, dan SUB, hanya didata 1 sidik jari dan pengecapan paspor saat proses imigrasi di Bandara Madinah dan Jeddah. ''Saudi akan mengirimkan petugas imigrasinya ke Indonesia untuk bertugas pada seluruh embarkasi di Indonesia,” sambungnya.

(oni)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up