
Ilustrasi para jamaah haji asal Indonesia
JawaPos.com - Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin memastikan layanan imigrasi Arab Saudi untuk jamaah haji akan dihadirkan di Indonesia. Untuk kali pertama, tahun ini layanan biometrics yang mencakup pendataan 10 sidik jari dan foto wajah setiap jamaah dilakukan di 18 embarkasi se-Indonesia.
"Dengan layanan imigrasi di Tanah Air, waktu dan tenaga jamaah haji jauh terhemat. Mereka tak perlu lagi antre berjam-jam menunggu proses imigrasi di bandara Madinah maupun Jeddah," kata Menag seusai memimpin Rapat Koordinasi Persiapan Operasional Haji di Kantor Urusan Haji (KUH) Jeddah, Kamis malam (7/6).
Menurut Menag, tahun ini ada dua proses inovatif terkait imigrasi yang akan dilakukan di Indonesia. Pertama, proses perekaman data jamaah dilaksanakan di seluruh embarkasi, baik utama maupun Antara. Proses itu mencakup perekaman biometrics. Kedua, proses pre-clearance (verifikasi akhir) yang tahun ini baru diberlakukan uji coba di tiga embarkasi. Yakni,Jakarta Pondok Gede (JKG), Jakarta Bekasi (JKS), dan Surabaya (SUB). Di tiga embarkasi tersebut, jamaah akan melakukan proses verifikasi akhir (pre clearence) berupa perekaman satu sidik jari dan stempel paspor di Bandara Cengkareng dan Surabaya.
Saat ini ada 18 embarkasi di Indonesia yang terdiri atas 13 Embarkasi Utama dan 5 Embarkasi Antara. Embarkasi Utama meliputi, Aceh (BTJ), Medan (MES), Padang (PDG), Batam (BTH), Palembang (PLM), Jakarta-Pondok Gede (JKG), dan Embarkasi Jakarta-Bekasi (JKS). Selain itu, Embarkasi Surakarta (SOC), Surabaya (SUB), Mataram (LOP), Banjarmasin (BDJ), Balikpapan (BPN), dan Embarkasi Ujung Pandang (UPG). Sedangkan Embarkasi Antara ada di Provinsi Bengkulu, Jambi, Lampung, Kalimantan Tengah, dan Gorontalo. "Intinya, sebagian besar proses imigrasi Saudi sekarang dilakukan di semua asrama haji di Tanah Air," jelas Menag.
Perbedaan dari kedua proses tersebut, lanjut Menag, terletak pada perlakuan kepada jamaah pada saat tiba di Bandara Madinah dan Jeddah. Untuk jamaah yang berangkat dari embarkasi JKG (Lampung, DKI Jakarta, Banten), JKS (Jawa Barat), dan SUB (Jawa Timur, Bali, dan NTT), karena sudah dilakukan proses pre-clearance di Bandara Cengkareng dan Surabaya, mereka akan diperlakukan sebagaimana proses penumpang di penerbangan domestik. "Tidak ada lagi proses imigrasi di Bandara Madinah dan Jeddah pada saat kedatangan. Jamaah bisa langsung menuju bus setibanya di bandara.
Untuk jamaah dari selain JKG, JKS, dan SUB, hanya didata 1 sidik jari dan pengecapan paspor saat proses imigrasi di Bandara Madinah dan Jeddah. ''Saudi akan mengirimkan petugas imigrasinya ke Indonesia untuk bertugas pada seluruh embarkasi di Indonesia,” sambungnya.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
