alexametrics

Menanti Lahirnya Artidjo-Artidjo Baru di Mahkamah Agung

29 Mei 2018, 18:30:20 WIB

JawaPos.com – Hakim Agung Artidjo Alkostar telah memasuki masa purnabakti. Momentum ini dinilai akan menjadi peluang bagi para koruptor untuk mengajukan Peninjauan Kembali (PK).

Demikian menurut analisis dari pakar Hukum Pidana Universitas Tri Sakti Abdul Fickar Hadjar. Lihat saja, belum lama ini sudah muncul upaya PK dari Mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum dan Mantan Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari.

“Soal apakah akan banyak koruptor mengajukan PK, ya para koruptor dipastikan akan memanfaatkan peluang ini. Apapun ceritanya Anas aurbaningrum sudah langsung maju PK,” kata Fickar Hadjar saat dikonfirmasi, Selasa (29/5).

Menanti Lahirnya Artidjo-Artidjo Baru di Mahkamah Agung
Hakim agung Artidjo Alkostar memasuki masa pensiun pada 22 Mei 2018. (Fedrik Tarigan/Jawa Pos)

Fickar menyebut, sosok Artidjo memang tidak mudah digantikan. Pasalnya, Artidjo merupakan ikon yang telah mengangkat marwah Mahkamah Agung (MA).

“Harus diakui bahwa faktor Artidjo menjadi faktor yang menguatkan komitmen penegakan hukum pada jajaran peradilan khususnya MA,” ujar Fickar.

Namun demikian, menurut Fickar, masyarakat tetap harus mempercayai hukum. Dia pun berharap agar pengganti Artidjo dapat melanjutkan komitmen kerjanya, utamanya dalam pemberantasan korupsi.

“Kita berharap akan lahir Artidjo-Artidjo baru di MA, yang sedikit banyak telah mengangkat marwah MA. Khususnya komitmennya membersihkan Indonesia dari korupsi. Soal pengganti Artidjo sebagai Hakim Agung, maka harus lebih banyak direkrut dari kalangan profesional yang independen dan mantan aktivis,” tutupnya.

Sekadar informasi, masa bakti Hakim Agung Artidjo Alkostar resmi berakhir pada 22 Mei 2018. Selang dua hari, terpidana kasus dugaan korupsi proyek Wisma Atlet Hambalang Anas Urbaningrum melaksanakan sidang perdana Peninjauan Kembali.

Kemudian, disusul dengan pengajuan Peninjuan Kembali oleh Mantan Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari yang tercatat dalam website Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat.

Sebagai informasi, dari Sistem Informasi Penelusuran Perkara Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada laman http://sipp.pn-jakartapusat.go.id/index.php/detil_perkara, permohonan PK Siti Fadilah telah didaftarkan sejak pada 15 Mei 2018. Sedangkan, PK Anas Urbaningrum telah didaftarkan pada tanggal 25 April 2018.

Editor : Estu Suryowati

Reporter : (ipp/JPC)



Close Ads
Menanti Lahirnya Artidjo-Artidjo Baru di Mahkamah Agung