Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 27 September 2019 | 00.17 WIB

1 Perusuh Tewas di Slipi, Tito Pastikan Bukan Karena Luka Tembak

Ratusan Massa Pelajar melakukan Long March menuju Gedung DPR RI di Jalan Tol Dalam Kota untuk aksi unjuk rasa menutut dibatalkannya Revisi Kitab Hukum Pidana (RKUHP) di Pintu Masuk Pejalan Kaki Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (25/9). Aksi tolak RKUHP o - Image

Ratusan Massa Pelajar melakukan Long March menuju Gedung DPR RI di Jalan Tol Dalam Kota untuk aksi unjuk rasa menutut dibatalkannya Revisi Kitab Hukum Pidana (RKUHP) di Pintu Masuk Pejalan Kaki Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (25/9). Aksi tolak RKUHP o

JawaPos.com - Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian membenarkan adanya 1 korban jiwa dalam kerusuhan pelajar di sekitar gedung DPR/MPR RI Senayan, Jakarta, Rabu (25/9). Namun, dia memastikan korban meninggal dunia bukan dari kelompok pelajar maupun mahasiswa.

"Tidak ada pelajar atau mahasiswa yang saya ketahui itu yang meninggal dunia dalam bentrok atau dalam demo yang damai di sekitar DPR," ujar Tito di kantor Kemenko Polhukam Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Kamis (26/9).

Tito menjelaskan, korban tewas terjadi saat kerusuhan di daerah Slipi, Jakarta Barat. Dia merupakan masyarakat yang diduga sebagai perusuh. Massa ini yang membakar pos polisi serta melakukan pengerusakan kendaraan dan memblokade jalan.

Selain itu, Tito menegaskan, korban meninggalkan ini bukan karena terkena tembakan maupun penganiayaan. Mulanya korban pingsan saat kerusuhan berlangsung. Kemudian sempat dilarikan ke Rumah Sakit Polri, Kramatjati, Jakarta Timur.

"Informasi yang sementara ini yang saya terima tadi pagi, yang bersangkutan meninggal bukan pelajar, bukan mahasiswa tapi kelompok perusuh itu," ucap Tito.

Kapolri, Jenderal Polisi Prof. Drs. H. Muhammad Tito Karnavian, M.A., Ph.D (tengah) didampingi Kapolda Papua, Brigjen Pol. Rudolf Alberth Rodja (paling kiri) dan Kabid Dokkes Polda Papua KOMBES POL drg. Agustinus Mulyanto Hardi T, saat menjenguk ketiga an

Kapolri Jenderal Muhammad Tito Karnavian. (Takim/Cepos/JPG)

"Tidak ada satu pun luka tembak atau pun luka bekas penganiayaan, tidak ada. Karena saya juga sudah memerintahkan untuk tidak ada menggunakan senjata. Termasuk peluru tajam peluru karet pun tidak," imbuhnya.

Mantan Kepala BNPT itu menduga pemyebab kematian korban karena kekurangan oksigen saat kericuhan berlangsung. Namun, untuk membuktikan secara medis, polisi berencena melakukan otopsi apabila pihak keluarga mengizinkan.

"Mungkin dia (korban) ada gangguan lain fisiknya di dalam tubuhnya. Kita nggak tahu setiap orang itu ada yang sehat, ada yang sakit mungkin. Nanti kita akan koordinasi ke keluarga korban kalau boleh kita lakukan otopsi," pungkas Tito.

Sebelumnya, Kerusuhan kembali pecah di area belakang Gedung DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (25/9). Massa berseragam SMA dan pramuka itu mulanya berunjuk rasa di sekitar perlintasan kereta api dekat stasiun Palmerah tak jauh dari kompleks DPR/MPR.

Situasi pecah saat salah satu oknum pelajar melempar batu ke arah polisi dan langsung membakar motor sebagai ungkapan kekesalan. Tak hanya itu, mereka pun mengarahkan petasan ke arah barikade polisi.

Membalas serangan tersebut, polisi kemudian menembakkan water canon untuk memukul mundur massa. Namun, karena tak dihiraukan, polisi akhirnya melepaskan tembakan gas air mata.

Editor: Bintang Pradewo
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore