Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 24 April 2021 | 02.45 WIB

Pencarian Kapal Selam TNI AL yang Hilang Fokus di 9 Titik

ARMADA PEMUKUL: Kapal Selam KRI Nanggala-403 saat latihan pratugas pengamanan perbatasan di perairan Pulau Karimunjawa pada 20 Januari 2017. (GUSLAN GUMILANG/JAWA POS) - Image

ARMADA PEMUKUL: Kapal Selam KRI Nanggala-403 saat latihan pratugas pengamanan perbatasan di perairan Pulau Karimunjawa pada 20 Januari 2017. (GUSLAN GUMILANG/JAWA POS)

JawaPos.com - Menjelang 72 jam hilang, kapal selam KRI Nanggala-402 belum juga ditemukan. Sampai saat ini pencarian difokuskan di 9 titik utama. Titik ini berdasarkan pemetaan data awal yang ditemukan oleh tim pencari.

"Data yang kami terima sampai dengan sore hari ini ada 9 titik (pencarian) termasuk ada yang tumpahan dan daya magnet sangat kuat," kata Kapuspen TNI Mayjen TNI Achmad Riad di Lanud Ngurah Rai, Bali, Jumat (23/4).

9 titik ini berjarak 23 nautical mile dari Bali. Sedangkan luas area pencarian sekitar 10 nautical mile. Tim pencari juga masih menunggu bantuan dari negara sahabat.

"Kemudian terkait clearance semuanya sudah clear, untuk yang AS Poseidon sudah klir, Australia juga sudah approve perjalanan sudah ada, yang dari negara luar sudah kita selesaikan," jelas Riad.

Sebelumnya, kapal selam KRI Nanggala-402 hilang kontak di perairan dekat Bali pada Rabu (21/4) sekitar pukul 03.00 WIB. KRI Nanggala-402 diketahui satu dari lima kapal selam yang dimiliki angkatan bersenjata Indonesia.

TNI AL memastikan jika KRI Nanggala-402 dalam keadaan layak menyelam. Kapal membawa 53 orang. Terdiri dari 49 ABK, 1 Komandan Satuan, dan 3 personel Arsenal.

Baca Juga: Reformasi ASN, Naik Pangkat Tiap Dua Tahun dan Usia Pensiun Ditambah


KRI Nanggala-402 ini awalnya hendak mengikuti latihan penembakan di laut Bali, pada Kamis (22/4) besok. Insiden hilang kontak ini diduga terjadi saat KRI Nanggala sedang melakukan gladi resik.

Sebagai informasi, KRI Nanggala-402 merupakan salah satu kapal selam dari lima kapal selam yang dimiliki Indonesia. Kapal ini diproduksi perushaan Jerman pada 1979. Dan dibeli oleh Indonesia pada 1981.

Editor: Dimas Ryandi
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore