JawaPos Radar

Belum Lunasi Uang Pengganti e-KTP, Setya Novanto Mengaku Jatuh Miskin

18/09/2018, 12:39 WIB | Editor: Kuswandi
Setnov
Terpidana korupsi e-KTP Setya Novanto di PN Tipikor, Jakarta Pusat, Selasa (18/9) (Ridwan/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Mantan Ketua DPR RI Setya Novanto mengaku bahwa saat ini telah jatuh miskin usai menjadi terpidana korupsi e-KTP. Dia pun mengaku telah kesulitan mencari dana untuk membayar uang pengganti sebesar USD 7,3 juta (setara Rp 108,7 triliun).

"Sekarang saya kan sudah rakyat biasa, kalau Ketua DPR itu mudah bisa bicara, sekarang kan teman-temen kita, uang-uang yang saya tagih, ada juga beberapa juga aset yang saya tagih mengalami kesulitan-kesulitan," kata Novanto di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta Pusat, Selasa (18/9).

Setelah dijatuhi hukuman 15 tahun penjara, Novanto mengklaim ditinggal oleh teman-temannya. Bahkan yang berutang pun hingga saat ini belum juga melunasinya.

"Ya ada yang berutang pada lari, pada meninggalkan. Saya juga agak kaget juga," ucapnya.

Novanto pun menjelaskan, kedatangan istrinya Deisti Astriana Tagor ke KPK untuk berkonsultasi terkait uang pengganti yang saat ini belum diselesaikannya. "Jadi masalah ya niat bisa membantu pemerintah dan KPK berkaitan uang pengganti," paparnya.

Oleh karena itu, mantan Ketua Umum Partai Golkar itu mengaku tengah mempertimbangkan untuk menjual rumahnya agar bisa melunasi uang pengganti e-KTP USD 7,3 juta.

Dalam perkara e-KTP, Novanto divonis 15 tahun penjara serta denda Rp 500 juta subsider 6 bulan kurungan karena terbukti bersama-sama melakukan korupsi dalam proyek e-KTP. Selain itu, Novanto juga diwajibkan membayar uang pengganti sebanyak USD 7,3 juta.

Saat ini, Novanto telah dieksekusi ke Lapas Sukamiskin untuk menjalani pokok pidana penjaranya.

(ce1/rdw/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up