
Ilustrasi Bendera HTI. Polisi menduga aksi pembakaran bendera tauhid di Garut belum lama ini, telah direncanakan secara matang oleh oknum tertentu.
JawaPos.com - Mabes Polri menduga aksi pembakaran bendera tauhid beberapa waktu lalu telah direncanakan secara matang. Hal tersebut berdasar temuan kepolisian di lapangan.
Direktur Sosial Budaya Baintelkan Polri, Brigjen Pol Merdisyam menduga aksi itu sengaja di-setting oknum tertentu yang ingin membuat gaduh suasana. "Oh iya (ada dugaan direncanakan)," ujar Merdisyam saat ditemui di kawasan Jalan Kramat Raya, Jakarta, Sabtu (17/11).
Menurut Merdisyam, sebelum adanya aksi pembakaran bendera itu, pihak kepolisian menemukan topi dengan tulisan tauhid. Nah dia menduga topi itu bakal dipakai saat Presiden Joko Widodo (Jokowi) merayakan Hari Santri di Lapangan Gasibu, Bandung, Jawa Barat.
"Iya waktu itu sebelum pelaksanaan Hari Santri dan pemebakaran itu ditemukan topi. Kita sudah tahu siapa yang menyebarkan ini. Jumlahnya cukup banyak," katanya.
Bukti lainnya adalah video-video pembakaran bendera tauhid beredar secara serempak di YouTube dan juga media sosial lainnya. Kamunculannya pun berbarengan setelah ada aksi pembakaran bendera tersebut.
"Iya waktu kejadian, besoknya langsung muncul," katanya.
Terkait temuan itu, pihak Polri juga langsung bertemu dengan Ketua Umum GP Ansor , Yaqut Cholil Qoumas. Dalam pertemuan tersebut, Yaqut memberi infomasi bahwa ada dugaan aksi pembakaran itu disengaja.
"Jadi ini yang sengaja ingin membenturkan Ansor dengan lainnya. Karena selama ini Ansor kan yang paling menentang HTI," tegasnya.
"Kita melihat ada yang (coba) memanfaatkan terutama dari kelompok eks HTI (di hari Santri Nasional). Eks HTI ini mendompleng momen (Hari Santri Nasional) untuk menunjukan bahwa kelompok-kelompok mereka masih eksis," pungkasnya.
Sekadar informasi, dalam kasus pembakaran ini, Majelis Hakim Pengadilan Negeri Garut telah menjatuhkan vonis 10 hari penjara dan denda Rp 2 ribu kepada dua pelaku pembakar bendera, M dan F. Sementara pembawa bendera berinisial U juga divonis sama.
Adapun pembakaran bendera itu memancing kontroversi di sejumlah daerah. Sejumlah massa menggelar aksi Bela Tauhid I dan II.

Prediksi Skor Selandia Baru vs Mesir di Piala Dunia 2026: Mohamed Salah Jadi Tumpuan Libas All Whites
Kapolri Kenang Warisan Bung Karno, Tegaskan Semangat Pemimpin Bangsa Harus Terus Dijaga
Prediksi Skor Ekuador vs Curacao di Piala Dunia 2026: La Tri Wajib Menang demi Lolos ke Babak 32 Besar
Prediksi Skor Uruguay vs Tanjung Verde di Piala Dunia 2026: Kecerdikan Marcelo Bielsa Hadapi Blue Sharks
Prediksi Skor Jerman vs Pantai Gading di Piala Dunia 2026: Ujian Sesungguhnya Die Mannschaft di Grup E
Prediksi Skor Belgia vs Iran di Piala Dunia 2026: Kevin de Bruyne Jadi Pembeda Ladeni Perlawanan Team Melli
Gabriel Budi Blak-blakan, Agen Pemain Persebaya Surabaya Ungkap Sosok Paling Berkesan
Prediksi Skor Spanyol vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: La Roja Wajib Menang Demi Lolos ke 32 Besar
Prediksi Susunan Pemain Timnas Jepang vs Tunisia: Hiroki Ito Sudah Kantongi Kekuatan Lawan!
Prediksi Susunan Pemain Timnas Ekuador vs Curacao: Alan Franco Sudah Lupakan Kekalahan di Laga Perdana
