JawaPos Radar | Iklan Jitu

Temukan Topi, Polisi Duga Aksi Pembakaran Bendera Telah Direncanakan

17 November 2018, 20:12:49 WIB | Editor: Imam Solehudin
Bendera Tauhid
Ilustrasi Bendera HTI. Polisi menduga aksi pembakaran bendera tauhid di Garut belum lama ini, telah direncanakan secara matang oleh oknum tertentu. (Miftahul Hayat/Jawapos)
Share this

JawaPos.com - Mabes Polri menduga aksi pembakaran bendera tauhid beberapa waktu lalu telah direncanakan secara matang. Hal tersebut berdasar temuan kepolisian di lapangan.

Direktur Sosial Budaya Baintelkan Polri, Brigjen Pol Merdisyam‎ menduga aksi itu sengaja di-setting oknum tertentu yang ingin membuat gaduh suasana. "Oh iya (ada dugaan direncanakan)," ujar ‎Merdisyam saat ditemui di kawasan Jalan Kramat Raya, Jakarta, Sabtu (17/11).

Menurut Merdisyam, sebelum adanya aksi pembakaran bendera itu, pihak kepolisian menemukan topi dengan tulisan tauhid. Nah dia menduga topi itu bakal dipakai saat Presiden Joko Widodo (Jokowi) merayakan Hari Santri di Lapangan Gasibu, Bandung, Jawa Barat.

"Iya waktu itu sebelum pelaksanaan Hari Santri dan pemebakaran itu ditemukan topi. Kita sudah tahu siapa yang menyebarkan ini. Jumlahnya cukup banyak," katanya.

Bukti lainnya adalah video-video pembakaran bendera tauhid beredar secara serempak di YouTube dan juga media sosial lainnya. Kamunculannya pun berbarengan setelah ada aksi pembakaran bendera tersebut.

"Iya waktu kejadian, besoknya langsung muncul," katanya.

Terkait temuan itu, pihak Polri juga langsung bertemu dengan Ketua Umum GP Ansor , Yaqut Cholil Qoumas. Dalam pertemuan tersebut, Yaqut memberi infomasi bahwa ada dugaan aksi pembakaran itu disengaja. 

"Jadi ini yang sengaja ingin membenturkan Ansor dengan lainnya. Karena selama ini Ansor kan yang paling menentang HTI," tegasnya.

"Kita melihat ada yang (coba) memanfaatkan terutama dari kelompok eks HTI (di hari Santri Nasional). Eks HTI ini mendompleng momen (Hari Santri Nasional) untuk menunjukan bahwa kelompok-kelompok mereka masih eksis," pungkasnya.

‎Sekadar informasi, dalam kasus pembakaran ini, Majelis Hakim Pengadilan Negeri Garut telah menjatuhkan vonis 10 hari penjara dan denda Rp 2 ribu kepada dua pelaku pembakar bendera‎, M dan F. Sementara pembawa bendera berinisial U juga divonis sama.

Adapun pembakaran bendera itu memancing kontroversi di sejumlah daerah. Sejumlah massa menggelar aksi Bela Tauhid I dan II.

(gwn/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up