
Rizieq Shihab mengklaim telah mendapat SP3 atas kasus chat bernuansa pornografi yang menyeret namanya dan Firza Husein.
JawaPos.com - Ketua DPP Partai Gerindra Ahmad Riza Patria menyium nuansa politis di balik kabar keluarnya Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) imam besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab atas dugaan chat mengandung unsur pornografi. Apalagi, tak lama lagi akan diselenggarakan Pemilu 2019.
"Bisa saja pemerintah menyadari ternyata upaya-upaya yang dilakukan menuai protes dari masyarakat. Karena ini memasuki tahun politik, pemerintah mencoba berbaik kepada ulama. Mungkin saja, semua serba mungkin di tahun politik," kata Riza saat menghadiri open house di kediaman Oesman Sapta Odang, Jakarta, Sabtu (16/6).
Meski demikian, Riza pun menyambut baik keluarnya SP3 kasus Rizieq. Baginya, hal itu membuktikan bahwa pemerintah telah melaksanakan kritik yang selama ini dilontarkan mengenai maraknya kriminalisasi kepada ulama.
"Sejak awal kami menyampaikan kepada pemerintah agar memperlakukan ulama secara baik, tabayun. Peran para ulama selama ini, dan bahkan sejak kemerdekaan sangat besar, dalam rangka menjaga kerukunan, keumatan dan kebangsaan," ujar Riza.
Tak hanya itu, dia pun berharap ke depan pemerintah tak lagi melakukan kriminalisasi terhadap ulama. Sebab, selama ini pemerintah telah terlanjur dicap melakukan kriminalisasi terhadap ulama.
"Mudah-mudahan, tidak ada upaya terkait kriminalisasi ulama," pungkasnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Ariel NOAH 18 Tahun Menduda, Dekat dengan Wulan Guritno di Ultah ke-45
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
7 Kebiasaan yang Bikin Ban Motor Cepat Botak, Mana yang pernah Kamu Lakukan?
Viral Pegawai BGN Sindir Korban Keracunan MBG Sambil Makan Chicken Katsu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sudah Tak Jadi Menkeu, Uang Rp 100 Ribu Bertanda Tangan Purbaya Malah Diburu
10 Kali Sidang Kasus Kuota Haji, Saksi Beberkan Tak Ada Dugaan Kerugian Negara
Psikolog Umum Kompeten dan Siap Berikan Layanan di Puskesmas, Pendidikan, Organisasi serta Komunitas
Tak Lagi jadi Menkeu, Momen Purbaya Makan Bakso Berdua Istri dan Kembali Nyetir Sendiri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022