alexametrics
Dua Teroris Poso Ditembak Mati

Walau Sudah Tertembak, Briptu Ilham Tetap Berusaha Lawan Dua Teroris

Pelaku Berusaha Rebut Laras Panjang Polisi
16 April 2020, 11:42:59 WIB

JawaPos.com ‒ Kala rakyat Indonesia sedang bertempur melawan virus korona, kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) justru berulah. Dua anggota MIT kemarin menyerang seorang anggota kepolisian bernama Briptu Ilham Suhayar di depan Bank Mandiri Syariah, Poso.

Berdasar rekaman video yang didapat Jawa Pos, kejadian itu bermula saat Briptu Ilham tiba di Bank Mandiri Syariah dengan menggunakan sepeda motor. Dia memang bertugas menjaga bank tersebut. Saat dia memarkir sepeda motor, tiba-tiba muncul dua orang berboncengan motor. Mereka langsung masuk ke area parkir bank.

Satu orang yang di boncengan turun. Dia lalu mendekati Briptu Ilham dari belakang. Dalam jarak hanya sekitar 1 meter, dia menembak punggung Briptu Ilham. Namun, Briptu Ilham tidak roboh. Dia berbalik, lalu berusaha menepis senjata api itu. Melihat korban masih melawan, penjahat yang mengendarai motor ikut mengeroyok. Walau terluka tembak, Briptu Ilham berusaha keras melawan keduanya. Dua penjahat itu terlihat berusaha merampas senjata laras panjang yang ditenteng Briptu Ilham. Aksi saling pukul terjadi. Namun, dua teroris itu, rupanya, keder juga melihat Briptu Ilham terus melawan meski kondisinya makin lemah. Dua teroris tersebut akhirnya kabur naik motor.

STERILKAN LOKASI: Aparat TNI dan Polri mengamankan lokasi penangkapan dua teroris di Poso, Sulawesi Tenggara, kemarin (15/4). Di lokasi itu sempat terjadi baku tembak selama sekitar 10 menit. (BUDIYANTO WIHARTO/RADAR SULTENG)

Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Argo Yuwono membenarkan adanya video yang beredar di media sosial itu. Dia menuturkan, memang terjadi penyerangan terhadap anggota kepolisian di depan Bank Mandiri Syariah, Poso. ’’Pelaku penembakan itu dua orang yang tidak dikenal,’’ ujarnya. Kejadian tersebut berlangsung sekitar pukul 09.00. Briptu Ilham mengalami luka tembak di punggung dan tembus ke tulang rusuk. ’’Mereka lantas kabur berboncengan sepeda motor matik,’’ paparnya.

Sementara itu, Radar Sulteng melaporkan, dua pelaku itu akhirnya ditembak mati oleh aparat gabungan Polri-TNI. Sempat terjadi baku tembak sekitar pukul 13.25 Wita di pegunungan dekat Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kayamanya, Kecamatan Poso Kota, yang berjarak sekitar 1 kilometer dari kantor Bank Mandiri Syariah. Belum diketahui kronologi baku tembak yang berlangsung sekitar 10 menit itu. Namun, menurut pengakuan warga sektar, sempat terdengar suara ledakan keras mirip bom.

Kabidhumas Polda Sulteng Kombespol Didik Supranoto membenarkan adanya penembakan dua teroris tersebut. Menurut dia, dua penjahat itu sudah masuk daftar pencarian orang (DPO). Mereka bergabung dengan kelompok MIT Poso. ’’Keduanya adalah Ali alias Darwin Gobel dan Muis Fahron alias Abdulah, masuk DPO MIT Poso,’’ katanya.

Tim yang melakukan pengejaran adalah gabungan Satgas Tinombala dan Polres Poso. Menurut dia, situasi wilayah Poso sudah terkendali.

PANTANG MENYERAH: Briptu Ilham dirawat di RSUD Poso kemarin. Dia mengalamni luka tembak di punggung. (BUDIYANTO WIHARTO/RADAR SULTENG)

Sementara itu, Kapolda Sulawesi Tengah Irjen Pol Syafril Nursal memastikan bahwa pelaku penembakan Briptu Ilham adalah anggota kelompok MIT pimpinan Ali Kalora. Dia juga memastikan, motif pelaku menembak Briptu Ilham bukan upaya perampokan bank, melainkan usaha merampas senjata milik polisi.

Kapolda meminta Ali Kalora dan kelompoknya yang masih di hutan untuk turun dan menyerahkan diri. ”Kalau tidak, kita (polisi) akan buru terus sampai kapan pun. Kita tidak akan berhenti sampai mereka habis semuanya,” tegas Irjen Syafril.

Kapolda juga mengungkapkan bahwa dua teroris itu berusaha melawan dan membentengi diri dengan bom di badan. ”Karena situasinya seperti itu, mau tidak mau harus kami lumpuhkan karena sangat membahayakan,” ujarnya.

Pelaku juga membawa pistol jenis FN. Pistol itulah yang digunakan untuk menembak Briptu Ilham dari belakang.

 

Saksikan video menarik berikut ini:

 

 

Editor : Ilham Safutra

Reporter : idr/bud/c19/c9/oni





Close Ads