Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 12 November 2022 | 21.03 WIB

Kerabat Ragu Keluarga di Kalideres Meninggal Akibat Kelaparan

ILUSTRASI Pengemudi minibus Daihatsu Sigra dengan nomor polisi B 1083 UIK, Troyke Tjenanda, 48, meninggal dunia setelah menabrak separator jalan dan sepeda motor Honda Vario B 3608 TEH, Minggu (29/4) dini hari. - Image

ILUSTRASI Pengemudi minibus Daihatsu Sigra dengan nomor polisi B 1083 UIK, Troyke Tjenanda, 48, meninggal dunia setelah menabrak separator jalan dan sepeda motor Honda Vario B 3608 TEH, Minggu (29/4) dini hari.

JawaPos.com - Ris Astuti, 64, kerabat dari satu keluarga yang tewas di Perumahan Citra Garden I Kalideres, Jakarta Barat meragukan keluarganya itu tutup usia karena kelaparan. Meski sudah lama tidak berkomunikasi dengan kakaknya, Ris mengatakan bahwa kakaknya, K Margaretha Gunawan, 58, tak pernah meminta bantuan kepada dirinya.

"Kecil sih (kemungkinan meninggal karena kelaparan) kalau menurut saya ya, rada aneh juga sih. Saya juga bingung. Misalnya kalau dia lapar, gak ada makanan atau kurang buat makan, kan dia bisa kontekan ke kita," ujarnya kepada wartawan, Sabtu (12/11).

Ris menyatakan bahwa justru kakaknya yang sering memberikan makanan pada dirinya sewaktu masih tinggal di Gunung Sahari, Jakarta Pusat.

"Malah ngasih dia waktu di Gunung Sahari suka ngasih dia makanan. Baju-baju juga. Kalau kita ultah dikirimin paket," ungkapnya.

Sebelumnya, satu keluarga yang terdiri dari empat orang yang ditemukan meninggal dunia di rumah kawasan Kalideres, Jakarta Barat. Keempat jasad bernama Rudyanto Gunawan, 71, K. Margaretha Gunawan, 58, Dian, 42, dan Budyanto Gunawan tersebut ditemukan pada Kamis (10/11) sore. Keluarga itu meninggal diduga karena tidak mengkonsumsi makanan dalam waktu cukup lama.

Hal itu diutarakan Kapolres Metro Jakarta Barat, Kombes Pol Pasma Royce. Menurutnya, dugaan itu setelah dia menerima laporan hasil otopsi dari Rumah Sakit Polri Kramatjati, Jakarta Timur.

“Lambung para mayat ini tidak ada makanan. Jadi bisa diduga berdasarkan pemeriksaan dari dokter bahwa mayat ini tidak ada makan dan minum cukup lama, karena dari otot-ototnya sudah mengecil,” kata Pasma saat ditemui di Polres Metro Jakarta Barat, Jumat (11/11).

Selain itu, pihaknya juga tidak menemukan tanda kekerasan benda tumpul atau benda tajam di sekujur tubuh korban. Lebih lanjut, Pasma juga menjelaskan satu keluarga itu diperkirakan telah meninggal sejak tiga minggu lalu.

Namun demikian, seluruh korban tidak meninggal dunia secara serempak lantaran setiap jenazah mengalami tingkat kebusukan yang berbeda. Hingga saat ini pihak RS Polri belum bisa memastikan penyebab utama meninggalnya keempat anggota keluarga tersebut.

“RS Polri sedang lakukan pendalaman lagi dengan memeriksa hati dan organ lainnya supaya lebih spesifik mengetahui penyebab kematian ini,” ujar dia

Editor: Banu Adikara
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore