Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 6 Oktober 2018 | 22.32 WIB

Terimakasih Bu Ratna, Oktober Ini Rasa April Mop!

Aktivis HAM Ratna Sarumpaet menjadi tersangka atas kasus penyebaran berita bohong atau hoax. Ia ditangkap di Bandara Internasional Soekarno-Hatta ketika hendak terbang ke Chili. - Image

Aktivis HAM Ratna Sarumpaet menjadi tersangka atas kasus penyebaran berita bohong atau hoax. Ia ditangkap di Bandara Internasional Soekarno-Hatta ketika hendak terbang ke Chili.

JawaPos.com - Kena tipuuu! Apakah kalimat seperti di iklan perusahaan e-commerce ini yang terngiang di telinga Anda ketika mengikuti kabar Ratna Sarumpaet sepekan terakhir? Tenang. Anda tak sendiri.


Lihat saja, ada beberapa anggota dewan yang terhormat dan bahkan calon presiden dan wakil presiden juga merasakan kegelisahan yang sama. Tipuan bermodal wajah lebam bekas operasi estetika, yang dikabarkan sebagai hasil pengeroyokan.


Bagaimana tak memunculkan iba serta kemarahan. Foto seorang nenek berusia 70 tahun yang tersebar di media sosial (medsos) terlihat sangat menyedihkan. Kedua pipi hingga kantung mata bawahnya tampak bengkak. Matanya pun terlihat sulit dibuka.


Dengan cepat kabar burung itu viral lewat Twitter, Instagram, dan media online. Tak sedikit masyarakat yang mengutuk aksi pengeroyokan, dan mendoakan pelakunya mendapat balasan setimpal.


JawaPos.com pun mencoba mengumpulkan opini dari masyarakat tentang drama hoax pengeroyokan Ratna Sarumpaet ini. Sebanyak 16 orang secara random dipilih dan diwawancarai soal kabar pengeroyokan aktivis HAM tersebut.


"Agak kaget pertama melihat bentuk wajahnya. Dan saya langsung mempercayai itu dikeroyok," kata Kusparmanto.


Milenial, 28 tahun, yang berbisnis di bidang kuliner ini yakin ada motif politik di balik pengeroyokan ibunda Atiqah Hasiholan itu. Apalagi, Kusparmanto membaca banyak opini dari para politisi yang bilang, pengeroyokan terjadi karena Ratna Sarumpaet terlalu vokal terhadap pemerintah. 


Sebut saja beberapa di antaranya Fadli Zon, Mardani Ali Sera, dan Ferdinand Hutahaean. "Saya agak bisa ambil kesimpulan ini upaya untuk membungkam Ratna Sarumpaet," kata Mardani di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (2/10).


Simpati dari para politisi yang berseliweran di media dan medsos itu pun seolah menjadi bumbu-bumbu penyedap drama. Aditya Rahman, 32, misalnya yang langsung percaya bahwa Ratna Sarumpaet menjadi korban pengeroyokan. "Awalnya percaya. Maklum doi orangnya vokal banget," kata pengusaha travel dan catering itu.


Demikian juga dengan Pandu Galih Prakoso, 21. Mahasiswa semester 8 Universitas Mercu Buana itu pun percaya bahwa Ratna dikeroyok lantaran mertua Rio Dewanto itu adalah seorang aktivis. "Karena Ratna Sarumpaet vokal, dan saat itu juga masuk dalam tim pemenangan Prabowo". 


Bahkan Izet Ismail, 26, mengaku sampai emosi mendengar kabar Ratna Sarumpaet dianiaya. Senada, Rini Kurniati yang mendapat kabar viral itu dari Instagram juga meyakini telah terjadi pengeroyokan.


"Awalnya sempat percaya ketika pertama kali melihat wajahnya babak belur begitu," kata ibu satu anak itu.


Rini yang juga wanita karir itu pun terus memantau perkembangan kasus ini. Menemukan cuitan Tompi yang dituliskan di akun @dr_tompi, dia mulai curiga telah terjadi pengeroyokan terhadap Ratna. Hingga akhirnya pernyataan "Itu hanya cerita khayal yang diberikan entah oleh setan mana ke saya," meluncur dari mulut Ratna Sarumpaet.


Bahkan, guna meyakinkan bahwa semua kabar tersebut adalah drama belaka, Ratna menyebut dirinya sendiri sebagai seorang pencipta hoax terbaik. "Kali ini saya pencipta hoax terbaik. Ternyata menghebohkan semua negeri," kata Ratna dalam konfrensi pers di kediamannya Jalan Kampung Melayu Kecil, Jakarta, Rabu (3/10).


Bagai petir di siang bolong. Pengakuan Ratna tak ayal membuat para pihak yang tadinya bersimpati dan merespons keras, kelimpungan. "Kami tidak menebar hoax. Ternyata kami justru dibohongi beliau," begitu kata Dahnil Anzar Simanjuntak, Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi.

Editor: Estu Suryowati
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore