
Aktivis Ratna Sarumpaet usai melakukan pertemuan di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (17/9). Ratna baru-baru ini menjadi korban pengeroyokan oleh orang tak dikenal di Bandung.
JawaPos.com - Inisiator gerakan #2019GantiPresiden Mardani Ali Sera menengarai pengeroyokan terhadap Ratna Sarumpaet bermuatan politis. Menurut elite Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu, pengeroyokan terjadi karena Ratna vokal mengkritik pemerintah.
"Saya agak bisa ambil kesimpulan ini upaya untuk membungkam Ratna Sarumpaet," kata Mardani di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (2/10).
Mardani menambahkan, sebagai korban tentu Ratna yang paling tahu motif dari penganiayaan tersebut. Hanya saja, dia melihat selama ini koleganya itu memang sangat vokal menyuarakan #2019GantiPresiden.
"Bagi saya ini sesuatu yang tidak perlu terjadi. Siapa pun berhak untuk mengemukakan pendapatnya. Kami selalu melakukan pendekatan yang santun. #2019GantiPresiden itu gerakan sosial yang ingin negeri ini baik," kata Wakil Ketua Badan Pemenangan Prabowo-Sandi itu.
Menurut Mardani, kritik yang dilayangkan Ratna kepada pemerintah merupakan bagian dari demokrasi. Kritik, kata dia, berfungsi sebagai kontrol terhadap jalannya pemerintahan.
"Adanya oposisi dalam sistem demokrasi itu kan baik. Dia menjaga demokrasi untuk tumbuh. Ada kontrol. Jadi, orang seperti Ratna bermanfaat besar bagi Pak Jokowi dan kawan-kawan. Karena kalau tidak ada orang seperti Ratna, akan muncul diktator," pungkasnya.
Hoax! Kabar Ratna Dikeroyok di Bandara
Sebelumnya, beredar sebuah foto perempuan yang wajahnya penuh dengan luka lebam. Perempuan dalam foto dikabarkan adalah aktivis Hak Asasi Manusia (HAM) Ratna Sarumpaet.
Saat dikonfirmasi, Koordinator Juru Bicara Tim Pemenangan Prabowo-Sandi, Dahnil Anzar Simanjuntak membenarkan perempuan dengan penuh luka lebam itu tak lain adalah Ratna Sarumpaet. Dahnil menambahkan, pengeroyokan terjadi pada 21 September 2018 di Bandung, Jawa Barat.
Dia mengatakan, Ratna dikeroyok di dalam mobil saat berada di bandara di Bandung. Akan tetapi, informasi dari Dahnil ini dibantah oleh Humas Bandara Husein Sastranegara Bandung, Mabruri, dan Public Relation Manager Angkasa Pura II, Yado Yarismano.
"Hoax itu," kata Mabruri lewat pesan singkatnya kepada JawaPos.com, Selasa (2/10).
"Saya udah konfirmasi, ini hoax Mas menurut teman-teman kami di lapangan. Di semua bandara Bandung tidak ada," kata Yado dihubungi terpisah.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jadi Tersangka, Ini Kronologi Penipuan yang Dilakukan Ruben Onsu
Ruben Onsu Jadi Tersangka, Begini Reaksi Pengacara Minola Sebayang
Prediksi Skor Rayo Vallecano vs Alaves: Momentum Tuan Rumah Bangkit!
Respons Tantangan Wagub Kalbar, Gubernur Jabar KDM: Mohon Maaf, Tak Maksud Membandingkan
Ruben Onsu Ditetapkan Tersangka Kasus Penipuan dan Penggelapan, Dipanggil Minggu Depan
Prediksi Skor Marseille vs Strasbourg: Rekor 15 Laga Jadi Modal Les Phoceens
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor Thailand vs Vietnam Leg 1 Final Piala AFF 2026: Gajah Perang Terlalu Perkasa di Rajama
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
