
Ilustrasi donasi (Pexels)
JawaPos.com - Pengurus Filantropi Indonesia (PFI) sejauh ini tidak melihat adanya penurunan kepercayaan publik kepada lembaga filantropi pascakisruh kehidupan mewah petinggi Aksi Cepat Tanggap (ACT). Namun, tak dapat dipungkiri polemik tersebut bisa menimbulkan dampak tertentu.
"Saya rasa tidak (menurun kepercayaan publik)," kata Kepala Badan PFI, Rizal Algamar saat dihubungi JawaPos.com, Selasa (5/7).
Rizal menilai, kedermawanan warga Indonesia semakin hari terus meningkat. Adanya kisruh ACT, menurutnya, tidak membuat warga berhenti memberikan sumbangan.
"Konsep berbagi, apakah langsung atau melalui intermediary, akan memberikan manfaat dalam bentuk rasa solidaritas dan meningkatnya rasa empati untuk diri kita sendiri. Sehingga dengan sendirinya akan berupaya untuk terus berbagi," jelasnya.
Dikabarkan sebelumnya, muncul dugaan penyelewengan dana oleh ACT. Dalam laporan yang diterbitkan majalah nasional, disebutkan bahwa pendiri ACT, Ahyudin mendapat gaji sampai dengan Rp 250 juta per bulan.
Selain itu, Ahyudin juga mendapat fasilitas operasional berupa 1 unit Toyota Alphard, Mitsubishi Pajero, dan Honda C-RV. Sedangkan untuk jabatan di bawah Ahyudin, juga mendapat gaji yang fasilitas yang tak kalah mewah.
Para petinggi ACT juga disebut mendulang cuan dari anak perusahaan ACT. Uang miliaran rupiah diduga mengalir ke keluarga Ahyudin untuk kepentingan pribadi, seperti pembelian rumah, pembelian perabot rumah.
Selain itu, Ahyudin bersama istri dan anaknya juga disebut mendapat gaji dari anak perusahaan ACT. Kondisi ini diduga melanggar Undang-undang Nomor 28 Tahun 2004 tentang Yayasan.
Dugaan penyelewengan dana juga dilaporkan terjadi di luar Jakarta. Misalnya, dugaan penggelapan lumbung ternak wakaf di Blora, Jawa Tengah. Selain itu ada pula laporan penyelewengan duit kompensasi dari Boeing atas jatuhnya Lion Air JT-610 untuk pembangunan sekolah.
Namun sebagian dananya dipakai untuk menutup pembiayaan ACT. Hingga akhirnya pada Januari 2022 lalu, pendiri ACT Ahyudin mengundurkan diri usai diminta oleh para pimpinan.

Breaking News! Rival Veda Ega Pratama Didiskualifikasi dari Moto3 Catalunya 2026
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Surat Satir Sony Sanjaya ke Kepala BGN Baru Bikin Heboh, Netizen: Nanik Deyang Cepu ya Pak?
Resmi Jadi Tersangka Korupsi MBG, Sony Sonjaya Kirim Surat Satir ke Kepala BGN Baru: 'Terima Kasih Hadiah Indahnya'
Dikabarkan Deal! Persebaya Surabaya Gaet Lima Pemain Anyar, Empat Legiun Asing dan Satu Striker Lokal
