
Penyidik KPK Novel Baswedan (Dery Ridwansah/JawaPos.com)
JawaPos.com - Pekerjaan rumah (PR) menanti Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Metro Jaya Kombes Pol Suyudi Ario Seto. Salah satunya adalah penyiraman air keras terhadap penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan. Sehingga, Suyudi akan mendapatkan tuntutan dari publik untuk mengungkap kasus-kasus yang mangkrak.
Diketahui Kombes Pol Suyudi menggantikan Roycke Harry Langie yang kini telah menjadi Brigjen. Suyudi pun berjanji akan bekerja maksimal untuk mengungkap kasus-kasus besar di Polda Metro Jaya. "Saya rasa sudah berjalan baik dan kita akan mengadakan konsolidasi dulu ke dalam sambil mendalami kasus-kasus yang sedang ditangani," ujar Suyudi di Mapolda Metro Jaya, Rabu (3/7).
Suyudi menegaskan, akan menuntaskan seluruh kasus yang belum terselesaikan. Termasuk kasus penyiraman air keras kepada Novel Baswedan dan kematian Mahasiswa Universitas Indonesia (UI), Depok, Jawa Barat bernama Akseyna Ahad Dori. "Iya, semua kita tangani," jelasnya.
Namun, ia mengaku akan mengumpulkan seluruh anak buahnya untuk melanjutkan langkah Roycke. "Kita mau konsolidasi dulu, insya Allah," tuturnya.
Diberitakan sebelumnya, kasus penyiraman air keras yang menimpa penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tepat memasuki dua tahun pada hari ini Kamis (11/4). Namun pelaku intelektual dan aktor lapangan penyerangan terhadap Novel masih menjadi misteri.
Wadah Pegawai KPK bersama koalisi masyarakat sipil akan menggelar rangkaian peringatan dua tahun percobaan pembunuhan terhadap Novel. Rangkaian acara ini diawali dengan aksi bersama yang dimeriahkan dengan penampilan musik, mimbar bebas dan orasi dari berbagai elemen masyarakat.
“Gerakan mahasiswa hingga aktivis buruh termasuk di dalamnya deklarasi anti teror terhadap pemberantasan korupsi oleh tokoh-tokoh Nasional,” kata Ketua Wadah Pegawai KPK, Yudi Purnomo Harahap dalam keterangannya, Kamis (11/4).
Acara ini juga akan diisi dengan dialog budaya untuk mendorong penuntasan kasus Novel Baswedan. Dialog tersebut akan dipimpin oleh Cak Nun bersama Novel serta dimeriahkan musikalisasi puisi oleh Najwa Shihab.
Tepat pada hari ini juga rangkaian aksi di berbagai daerah serta aksi kamisan yang digelar di depan Istana Negara pada pukul 16.00 WIB. Aksi ini didukung oleh berbagai elemen tanpa mempersoalkan afiliasi terhadap pilihan presiden, karena memang aksi ini bukan untuk tujuan politik tertentu.
Sebab, pemberantasan korupsi merupakan impian seluruh rakyat negeri ini dimana rakyat sudah muak dengan pejabat yang korup dan merampas uang rakyat untuk kekayaan pribadi. Sehingga rakyat menjadi miskin, terlantar, dan tidak mendapatkan akses yang layak untuk pendidikan, kesehatan dan lapangan pekerjaan.
“Untuk itulah hari ini apapun pilihan politikmu, mari berkumpul di KPK untuk mendukung Presiden berani membentuk TGPF yang independen, agar teror terhadap KPK berhenti dan teror sebelumnya tertangkap siapa pelakunya,” tegas Yudi.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
