
Mantan Atlet Bulutangkis Taufik Hidayat usai menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Kamis (1/8/2019). Taufik diperiksa KPK untuk pengembangan kasus korupsi di lingkungan Kemenpora. Foto: Dery Ridwansah/ JawaPos.com
JawaPos.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan pengembangan kasus suap dana hibah Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) dengan melakukan pemeriksaan terhadap mantan atlet bulu tangkis Taufik Hidayat. Diketahui, Taufik sendiri telah menyampaikan dirinya diperiksa terkait gelaran Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima).
Juru Bicara KPK Febri Diansyah menyampaikan, pemeriksaan terhadap Taufik merupakan pengembangan perkara kasus suap dana hibah KONI. Taufik sedianya diperiksa sebagai staf khusus di Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).
"Ada kebutuhan permintaan keterangan dalam posisi sebagai staf di Kemenpora dan wakil ketua salah satu event di Kemenpora beberapa waktu yang lalu," kata Febri di Gedung KPK, Jumat (2/8).
Febri menyampaikan, lembaga antirasuah membuka pengembangan penyelidikan terkait kasus yang saat ini tengah disidangkan. Sebab dalam persidangan terdakwa pejabat Kemenpora, Mulyana. Menpora Imam Nahrawi disebut meminta uang dalam gelaran acara Satlak Prima.
Kendati demikian, mantan peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW) ini belum bisa membeberkan secara rinci apakah KPK mendalami pernyataan Mulyana dalam persidangan di PN Tipikor Jakarta tersebut.
"Apa yang didalami tidak bisa disampaikan, sekarang memang prosesnya masih penyelidikan ini pengembangan perkara," ucap Febri.
Menurut Febri, bukan hanya Taufik yang diperiksa KPK, tapi juga masih ada saksi lain yang harus dilakukan pemeriksaan oleh penyidik KPK. Sebab KPK perlu mendalami fakta yang keluar dari persidangan kasus suap dana hibah KONI.
"Yang pasti ada beberapa fakta di persidangan kemarin yang perlu didalami lebih lanjut oleh tim," tegas Febri.
Sebelumnya, mantan atlet bulu tangkis Taufik Hidayat mengaku dimintai keterangan ketika dia menjadi staf khusus di Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). Dia menyebut, tidak dikonfirmasi soal kasus suap dana hibah KONI.
"Dimintai keterangan saja, saya sewaktu di Stafsus Kemenpora pada 2017-2018 itu aja," kata Taufik ketika keluar dari ruang penyidikan Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (1/8).
Mantan atlet bulu tangkis profesional ini pun menyampaikan, dirinya tidak dikonfirmasi soal kasus dugaan suap dana hibah Kemenpora untuk KONI. Melainkan, penyidik mengkonfirmasi terkait gelaran Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima).
"Cuma itu saja, saya sebagai Stafsus, saya di Wasatlak Prima sebagai apa kerjanya di situ. Itu aja," ungkap Taufik.
Bahkan Taufik pun ditanya soal kedekatannya dengan Menpora Imam Nahrawi. Sebab, Taufik pada 2017-2018 menjabat sebagai Stafsus di Kemenpora.
"Di Satlak Prima pada 2016-2017, sementara di 2017-2018 saya Stafsus di Kemeponra, enggak ada yang lain," jelas Taufik.
Diketahui, Satlak Prima ini pernah disinggung dalam sidang kasus dana hibah Kemenpora di Pengadilan Negeri Tipikor, Jakarta Pusat. Saat itu Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora Mulyana menyinggung soal permintaan uang Menpora Imam Nahrawi.
Mulyana menuturkan bahwa dirinya mengingat momen di mana Imam meminta jatah mengenai Satlak Prima. Kejadian itu, aku dia, terjadi di sebuah lapangan badminton.
Mulyana kemudian di merealisasikan permintaan tersebut dengan uang sejumlah Rp400 juta. Uang itu diberikan kepada staf pribadi Menpora, Miftahul Ulum melalui Bendahara Pengeluaran Pembantu Kemenpora, Supriyono.

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
