Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 1 November 2020 | 02.59 WIB

Calon Pendemo Emannuel Macron Diingatkan soal Penularan Covid-19

French President Emmanuel Macron, flanked by French Interior Minister Gerald Darmanin, speaks on October 16, 2020, in front of a middle school in Conflans Saint-Honorine, 30kms northwest of Paris, after a teacher was decapitated by an attacker who has bee - Image

French President Emmanuel Macron, flanked by French Interior Minister Gerald Darmanin, speaks on October 16, 2020, in front of a middle school in Conflans Saint-Honorine, 30kms northwest of Paris, after a teacher was decapitated by an attacker who has bee

JawaPos.com - Dipicu kekecewaan terhadap Presiden Prancis Emannuel Macron‎ yang dinilai mendiskreditkan Islam dan Nabi Muhammad SAW, sejumlah elemen masyarakat di Tanah Air berencana menggelar unjuk rasa pada 2 November mendatang. Mengenai rencana ini, Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito mengimbau‎ agar aksi unjuk rasa yang dilakukan tetap memperhatikan protokol kesehatan.

"Kami imbau untuk mempertimbangkan tata cara penyampaian aspirasinya mengingat kondisi pandemi dan kasus yang masih tinggi. Utamakan selalu kepentingan kesehatan masyarakat," ujar Wiku kepada wartawan, Sabtu (31/10).

‎Terpisah, Ketua Departemen Epidemiologi Universitas Indonesia (UI) Tri Yunis Miko Wahyono menyarankan masyarakat untuk tidak melakukan aksi unjuk rasa. Itu dikarenakanangka penularan Covid-19 yang belum melandai.

"I‎ya memang demonstrasi sangat berpotensi timbul adanya penularan Covid-19. Karena di situ masyarakat berkumpul dan bepotensi adanya penularan," tuturnya.

Tri Yunis mengatakan, unjuk rasa baru bisa dilakukan jika masyarakatnya patuh terhadap 3M seperti memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan. "Demo boleh dilakukan tapi dengan menjaga jarak‎, dengan menggunakan masker," katanya.

Informasi saja, usai unjuk rasa menolak UU Omnibus Law Cipta Kerja beberapa waktu lalu, sebanyak 123 mahasiswa terkonfirmasi positif Covid-19. Tri Yunis pun meminta, pengalaman tersebut dijadikan pelajaran sebelum turun ke jalan.

"Karena kan masyarakat berkumpul saat unjuk rasa dan berpotensi adanya penularan (Covid-19-Red)," ungkapnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, pernyatan Presiden Prancis Emmanuel Macron terkait ekstremisme Islam telah menuai reaksi keras dari berbagai negara, terutama negara Arab dan negara dengan mayoritas penduduk Muslim. Macron dianggap telah menghina Islam dan membela penerbitan kartun Nabi Muhammad SAW yang kontroversial.

https://www.youtube.com/watch?v=YH4yC3_wZ_E

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore