
Ketua Pengurus Harian Tanfidziyah PBNU Robikin Emhas. PBNU menyayangkan adanya pemindahan dua jenazah gara-gara hanya persoalan beda pilihan politik.
JawaPos.com - Hari ini, Minggu (31/1) adalah tepat 95 tahun berdirinya Nahdlatul Ulama (NU) sejak pertama diresmikan pada 31 Januari 1926. Ucapan selamat datang dari berbagai tokoh, termasuk Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Robikin Emhas menyampaikan terima kasihnya atas ucapan selamat dan doa dari Jokowi kepada NU.
"Terima kasih ucapan harlah dan doanya, Pak Jokowi. Doa terbaik untuk Presiden beserta jajarannya, rakyat dan bangsa Indonesia seluruhnya," ungkap dia melalui keterangan tertulis, Minggu (31/1).
Ia pun juga menyinggung situasi Indonesia di tengah pandemi Covid-19. Kata dia, diperlukan kolaborasi seluruh pihak untuk bisa menyelesaikan permasalahan yang masih menghantui masyatakat ini.
"Dalam situasi pandemi dan bencana alam yang silih berganti, kolaborasi segenap pihak mutlak diperlukan. Mari terus instrospeksi (muhasabah) dan mawas diri," tutur dia.
Menurutnya, sekecil apapun kesalahan dan kekeliruan sebagai bangsa, ia mengajak untuk berkomitmen agar hal tersebut tidak terulang kembali.
"Saya percaya Indonesia dapat mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat sebagaimana cita-cita nasioal dan memberi kontribusi signifikan bagi bangunan peradaban dunia," imbuhnya.
Sebelumnya, Jokowi mengatakan NU merupakan organisasi yang memberikan kontribusi nyata untuk mencapai kemerdekaan. NU juga turut mengisi pembangunan Indonesia.
Menurut Jokowi, semua masyarakat bersyukur dan berterima kasih kepada NU yang senantiasa konsisten membela Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan UUD 1945.
”Di tengah perubahan dan tantangan zaman yang semakin kompleks, NU juga selalu berada di garda terdepan dalam membela kepentingan bangsa dan negara. Kita semua melihat bukti NU berperan besar dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, menggerakkan semangat nasionalisme, dan semangat toleransi serta dalam melawan segala bentuk radikalisme dan terorisme,” ujar Jokowi secara virtual dalam Harlah NU ke-95 di Jakarta, Sabtu (30/1).
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=g_NQ-JkAxAo

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
