Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 1 Juni 2026 | 00.25 WIB

NU Yogyakarta Blak-blakan Ungkap Keresahan, Soroti Konflik Internal PBNU Jelang Muktamar 

Musyawarah Besar (Mubes) bertajuk NU Ora Didol: Meneguhkan Khittah NU untuk Kemandirian Nahdliyyin di Pesantren Bumi Cendekia, Yogyakarta. (Istimewa) - Image

Musyawarah Besar (Mubes) bertajuk NU Ora Didol: Meneguhkan Khittah NU untuk Kemandirian Nahdliyyin di Pesantren Bumi Cendekia, Yogyakarta. (Istimewa)

JawaPos.com - Ratusan warga Nahdlatul Ulama (NU) menyuarakan keresahannya agar PBNU kembali kepada khittahnya. Berbagai perselisihan internal harus disudahi, dan fokus pada kepentingan umat jelang Muktamar ke-35.

Hal itu disuarakan warga NU Yogyakarta dalam Musyawarah Besar (Mubes) bertajuk NU Ora Didol: Meneguhkan Khittah NU untuk Kemandirian Nahdliyyin di Pesantren Bumi Cendekia, Yogyakarta, Minggu (31/5).

Dalam forum ini, disoroti 3 masalah utama. Yakni aspek kepemimpinan, kemandirian, dan peran kaum muda sebagai penentu masa depan NU.

Sejumlah peserta menyoroti berbagai polemik yang berkembang dalam beberapa waktu terakhir, mulai dari konflik internal di tingkat pengurus pusat yang berujung pada saling pemecatan, kontroversi pelibatan unsur Zionis Israel dalam sejumlah kegiatan resmi NU, hingga berbagai persoalan lain yang dinilai perlu mendapat perhatian bersama demi menjaga marwah organisasi.

Dewan Penasihat Mubes sekaligus Guru Besar UIN Sunan Kalijaga, Muhammad Machasin mengatakan, kondisi PBNU saat ini menimbulkan keresahan bagi warga. Khususnya hubungan antara unsur syuriah dan tanfidziyah yang tidak kunjung membaik.

"Kalau ditanya ada musyawarah besar, musyawarah kecil atau nggak? Atau musyawarahnya langsung besar dan diadakannya ini karena ada sesuatu yang mengusik kesadaran kita, rasa kita terganggu karena adanya, terus terang saja kita sebut, perselisihan antara syuriah dan tanfiziyah (PBNU)," kata Machasin.

Dia menyampaikan, persoalan internal PBNU menjadi persoalan serius  sebab melibatkan para tokoh. Karena memunculkan polarisasi dan blok-blokan yang berpotensi merugikan organisasi.

Machasin juga menyinggung agenda besar Muktamar NU yang akan digelar pada Agustus mendatang. Ia berharap forum tertinggi organisasi tersebut dapat menjadi momentum penyelesaian berbagai persoalan internal.

Meski begitu, ia tak menungkiru ada keraguan lahirnya pemimpin yang bisa merangkul seluruh kelompok. Dia khawatir Muktamar malah akan menjadi ajang kemenangan satu kelompok atas kelompok lainnya.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore