alexametrics

Virus Korona ini Nyata dan Sangat Berbahaya, Ketum PBNU: Terapkan 3M

30 Januari 2021, 22:05:45 WIB

JawaPos.com – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siroj menegakan bahwa Covid-19 itu adalah nyata. Dan virus ini sangatlah membahayakan bagi manusia.

“Dalam menghadapi Covid-19 ini saya tegaskan, kepada bapak semuanya bahwa virus Korona itu ada, sangat membahayakan,” ujar Said Aqil dalam Harlah NU ke-95 secara virtual di Jakarta, Sabtu (30/1).

Menurut Said, apalagi para orang tua dengan penyakit penyerta maka virus Korona ini sangatlah berbahaya. Sehingga para orang dengan usia lanjut ini mesti dilindungi dari bahaya Covid-19.

“Terutama kepada orang yang sudah mempunyai penyakit jantung, diabetes, paru-paru usia lebih dari 50 tahun, seperti saya ini maka biasanya terjangkit dan sulit untuk disembuhkan. Kalau masih muda belum ada penyakit mudah disembuhkan,” katanya.

Said berpesan, agar memutus penyebatan Covid-19 maka masyarakat perlu menerapkan protokol kesehatan 3M secara ketat. Seperti memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan dengan sabun.

“Tidak tertular Covid-19 ini, maka masyarakat perlu disiplin menjalankan protokol kesehatan, kita harus waspada dan menjalankan protokol kesehatan. jaga jarak, pakai masker dan cuci tangan,” ungkapnya.

Saat ini pemerintah yang sudah mulai melakukan vaksinasi Covid-19 ini agar bisa memutur penyebaran Covid-19 di tanah air. Nantinya vaksin tersebut akan menumbuhkan kekebalan komunal atau herd immunity.

“Vaksin bisa menjaga bisa menumbuhkan kekebalan tubuh kita untuk menolak bahaya virus Korona,” ungkapnya.

Said mengajak masyarakat menerapkan protokol kesehatan ini semata-mata agar penularan Covid-19 di dalam negeri bisa ditekan. Terlebih disiplin protokol kesehatan bisa menyelamatkan manusia.

“Jangan sangka saya dibayar ngomong kayak gini, enggak, tapi benar-benar Korona itu ada dan bahaya maka kalau ada vaksin nanti ayo kita sukseskan agenda vaksin ini, saya ngomong seperti ini tidak dibayar, enggak, tapi ingin menyelamatkan kita semua,” pungkasnya.

Editor : Mohamad Nur Asikin

Reporter : Gunawan Wibisono




Close Ads