
Novel baswedan (Fedrik Tarigan/Jawa Pos)
JawaPos.com - Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) belakangan ini terus mengeluarkan ancaman agar anggaran penanganan virus korona atau Covid-19 tidak dikorupsi. Namun, penyidik senior KPK Novel Baswedan menyebut, ancaman itu tidak akan efektif jika hanya diam dan tidak melakukan tindakan maupun pencegahan.
"Ancaman pidana saja masih diakali, masak ancaman lisan akan efektif. Nggak mungkin," kata Novel kepada JawaPos.com, Minggu (29/3).
Novel mengharapkan, jika ingin serius memerangi pelaku korupsi di tengah mewabahnya Covid-19, kata Novel, pimpinan KPK harus berani mengambil langkah pencegahan yang diiringi dengan tindakan agar koruptor tak menyepelekan ancaman dari KPK.
"Ditindak dan dicegah maupun dibuat sistem untuk melakukan secara bersamaan," ujar Novel.
Sebelumnya, Ketua KPK Firli Bahuri terus mengingatkan ancaman hukuman mati bagi pelaku korupsi penanganan anggaran virus korona atau Covid-19. KPK pun telah berkoordinasi dengan LKPP dan BPKP, untuk percepatan pengadaan barang kebutuhan penanganan Covid-19.
"Ingat! Ancaman hukuman mati koruptor anggaran bencana dan proses pengadaan darurat bencana," kata Ketua KPK Firli Bahuri dikonfirmasi, Jumat (27/3).
Polisi jenderal bintang tiga ini memastikan, lembaga antirasuah masih melakukan kerja-kerja pemberantasan korupsi di tengah mewabahnya virus korona. Sampai, Kamis (27/3) kemarin, KPK masih melakukan pemeriksaan terhadap beberapa saksi.
"Rekan-rekan penyelidik dan penyidik bekerja dengan skala prioritas, tentu ada yang bisa bekerja di rumah. Tapi ada juga yang harus di kantor, karena memang harus dikerjakan di kantor," ucap Firli.
Di tengah mewabahnya Covid-19, mantan Kapolda Sumatera Selatan ini pun mengajak elemen masyarakat untuk meningkatkan rasa peduli dan empati. Hal ini dapat dilakukan dengan tidak melakukan praktik korupsi.
"Mari kita meningkatkan rasa empati, peduli, dengan bangsa ini dengan tidak melakukan korupsi. Kita fokus untuk penyelamatan jiwa manusia," tegasnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
