
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkum Ham) Yasonna Laoly (tengah) didampingi Jajarannya mengikuti Rapat Kerja (Raker) dengan Komisi III DPR, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (28/11/2019). Raker tersebut membahas Rencana Strategis Kement
JawaPos.com - Menteri Hukum dan HAM Yasonna Hamongan Laoly mencopot Direktur Jenderal Imigrasi Ronny Sompie. Pencopotan itu dianggap sebagai bagian dari masalah buronnya politikus PDIP Harun Masiku.
"Dirjen Imigrasi-nya (Ronny Sompie) difungsionalkan, sistem tidak berjalan dengan baik, mereka harus bertanggungjawab soal ini (kaburnya Harun Masiku, red)," kata Yasonna di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (28/1).
Selain Ronny, Yasonna pun turut mencopot Direktur Sisdik Keimigrasian. Pencopotan ini, kata Yasonna, dilakukan sekitar pukul 12.00 WIB siang tadi.
"Perhari ini, siang jam 12 resmi dicopot," ucap Yasonna.
Yasonna menuturkan, Ronny dialihkan ke jabatan fungsional dalam rangka pembentukan tim gabungan pencarian Harun Masiku. Sebagai gantinya, Yasonna menunjuk Irjen Kemenkumham sebagai Pelaksana Harian (Plh) untuk menggantikan posisi Ronny.
"Supaya tim independen ini jangan ada conflict of interest (konflik kepentingan) saya sudah memfungsionalkan dirjen imigrasi," jelasnya.
Tim independen yang dibentuk Kemenkumhan terdiri dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemen Kominfo), Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Direktorat Tindak Pidana Cyber Bareskrim Polri, dan Ombudsman. Mereka akan bekerja melacak mengapa terjadinya penundaan atau delay sistem terkait kepulangan Harun ke Indonesia pada Selasa (7/1) lalu.
"Saya mau kita betul-betul terbuka dan melacak mengapa ini terjadi delay, mengapa data tersimpan di PC terminal 2F bandara. Kalau yang terminal tiga kan beres, makanya enggak ada masalah. Tapi terminal dua ini ada delay," pungkasnya.
Pencopotan Ronny juga dianggap sebagai 'tumbal' karena Ditjen Imigrasi telat memberikan informasi soal kepulangan Harun Masiku ke Indonesia.
Menanggapi hal itu, Pengamat Politik Founding Father House Dian Permata mengatakan, wajar saja jika muncul persepsi di publik bahwa Ronny Sompie menjadi tumbal dari kasus ini. Karena publik sejak awal sudah berpersepsi agar miring dengan keterlibatan Yasonna yang merupakan elite kader PDIP.
"Kita tahu bahwa yang juga ikut tanda tangan pada surat permohonan PAW Harun Masiku dari PDIP kepada KPU salah satunya adalah Yasonna. Karena itu kasus ini harus diusut tuntas dan dibuka agar terang benderang, siapa saja yang ikut bermain hingga kaburnya Harun Masiku," paparnya kepada JawaPos.com.
Apalagi, lanjut Dian, pencopotan Ronny Sompie dilakukan setelah adanya kabar mutasi sejumlah penyidik KPK, tentu saja ini menjadi pertanyaan di publik.
"Ini ada apa, kenapa kasus Harun Masiku ini sangat pelik dan anehnya sampai saat ini belum diketahui kabar keberadaannya. Masa aparat tak bisa nangkap, teroris yang ada di pelosok hutan saja bisa ditangkapi, masa Harun lama sekali," pungkasnya.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
