Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 27 Juni 2020 | 16.25 WIB

Pakar Marketing Beri Solusi Bangkitkan Ekonomi Terdampak Covid-19

Pakar Marketing Yuswohady dalam gelaran ACT Fest 2020. (Istimewa) - Image

Pakar Marketing Yuswohady dalam gelaran ACT Fest 2020. (Istimewa)

JawaPos.com - Pakar Marketing Yuswohady menilai sedekah, salah satu instrumen ekonomi yang diajarkan Islam, turut menjadi solusi universal yang bisa diterapkan dalam membangkitkan ekonomi saat maupun setelah pandemi. Kondisi multikrisis ini seharusnya dimanfaatkan menjadi momentum emas umat untuk bergerak.

Upaya pemberdayaan ekonomi bagi masyarakat miskin merupakan hal penting yang dapat menjadi solusi permasalahan kemiskinan di Indonesia. Kondisi tatanan normal baru saat ini menjadi stimulan untuk kembali ke jalan-jalan kebaikan sedekah.

Hal ini diawali dengan pandemi Covid-19 yang menjadi korektor masyarakat. Keadaan itu menciptakan pergantian mega (mega shift) saat ini. “Covid-19 itu menjadi great corrector, yang semakin menghadirkan spiritual, peran digital, dan empati di masyarakat,” jelasnya melalui keterangan tertulis, Sabtu (27/6).

Ia pun menambahkan, empati semakin menemukan momentum saat pandemi, yakni kepedulian sesama. Lebih lanjut, kini empati menjadi penggerak utama sedekah. Di era keterbatasan fisik, sedekah tetap bisa dilakukan jarak jauh dengan bantuan teknologi.

“Pandemi menuntut lembaga pengelola zakat bertransformasi ke ranah digital. Hal ini seharusnya membuat kebermanfaatan menjadi lebih luas,” lanjut dia.

Ia pun menyinggung lembaga kemanusiaan, yaitu Aksi Cepat Tanggap (ACT) di masa pandemi, yakni mengajak masyarakat untuk bersedekah sebagai jalan menolong sesama akan menjadi kebiasaan.

“Sekarang orang mikirnya movement untuk empati sosial. Akan jadi kebiasaan. Dan ketika empati muncul dapat mengalahkan kapitalisme dan selfish. Empati mengajak masyarakat memahami orang selain diri sendiri,” terangnya.

Yuswohady mengatakan, sedekah dan zakat seharusnya tidak lagi asing bagi masyarakat dunia. Ia pun yakin, gaya hidup sedekah akan menjadi kebiasaan masyarakat saat bahkan setelah pandemi. “Proses edukasi sedekah sebagai habit, lama kelamaan akan natural, momentumnya saat pandemi ini,” kata Yuswohady.

Kala krisis multidimensi melanda dunia dan kondisi tatanan normal baru yang kian tidak rasional mengharuskan masyarakat untuk melakukan usaha ekstra untuk bertahan. Saling bahu-membahu dalam kehidupan sosial adalah keniscayaan.

Indonesiadermawan.id hadir sebagai situs penggalangan dana untuk menjalankan berbagai program kemanusiaan dengan sedekah dari tiap individu yang kemudian berkembang menjadi ikhtiar nasional. Melalui www.indonesiadermawan.id , masyarakat dapat menyebarkan nilai dan membagikan manfaat semangat ke semua kalangan. Tanpa memandang agama, suku, ras, dan warna kulit.

Caption: Pakar Marketing Yuswohady dalam gelaran ACT Fest 2020. (Istimewa)

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore