
Menteri Sosial Saifullah Yusuf didampingi Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono saat Konferensi Pers membahas skema baru PBI-JK di Kantor Kemensos, Jakarta, Selasa (3/11). (Ryandi Zahdomo/JawaPos.com)
JawaPos.com - Kementerian Sosial (Kemensos) bersama Kementerian Kesehatan dan BPJS Kesehatan tengah menyusun simulasi skema baru Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI-JK) yang menargetkan perluasan jangkauan hingga masyarakat kelompok Desil 1 sampai 8 Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Langkah ini dirancang untuk melindungi sekitar 188,05 juta jiwa warga rentan dengan membagi beban pembiayaan antara APBN dan APBD.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menegaskan, formulasi baru tersebut saat ini masih dalam tahap simulasi dan pendalaman oleh pemerintah.
"Jadi ini perlu saya sampaikan di awal bahwa apa yang kami sampaikan ini masih dalam tahap simulasi dan pembahasan. Kita terus mendalami, ada beberapa skema, salah satunya adalah ini," ujar Gus Ipul saat menggelar Konferensi Pers di Kantor Kemensos, Jakarta, Selasa (3/11).
Rencana pembiayaan ini bakal membagi peran secara rinci berdasarkan lapisan desil. Iuran untuk masyarakat kelompok Desil 1 hingga 4 akan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah pusat melalui APBN.
Sementara itu, pembiayaan Desil 5 dan 6 dialokasikan dari APBD Kabupaten/Kota, sedangkan Desil 7 dan 8 akan menjadi tanggung jawab APBD Provinsi.
Alasan dan Target Skema Baru PBI-JK
Gus Ipul menjelaskan, langkah ini merupakan bentuk tindak lanjut dari arahan Presiden agar program perlindungan sosial berbasis pada data yang akurat dan tepat menyasar masyarakat yang paling membutuhkan.
Kemensos menyusun simulasi pembiayaan ini berkolaborasi dengan Kementerian Kesehatan dan BPJS Kesehatan.
Terdapat tiga tujuan utama di balik perancangan simulasi ini. Pertama, memperluas jangkauan perlindungan kesehatan agar masyarakat rentan pada Desil 1–8 tidak terperosok ke dalam kemiskinan saat jatuh sakit.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Netty Pergi, Jenderal Ditangkap: Ketika Riset Doktoral Membaca Kerusakan Polri dari Dalam
7 Kebiasaan Masa Kecil yang Berpengaruh Pada Kesuksesan Anak di Masa Depan
Herri Pras Akhirnya Minta Maaf Usai Digeruduk Petarung MMA karena Hina UAH dan UAS
Profil Yudi Cahyadi, Atlet MMA yang Tantang Duel Herri Pras Usai Singgung UAS dan UAH
Mahasiswa Trisakti Geruduk Kantor Setneg Siang Ini, Tagih Janji Pemerintah soal Tritura
Prediksi Skor Lillestrom SK vs Viktoria Plzen di Liga Europa: Duel Berpotensi Berjalan Terbuka
Prediksi Skor PSIM vs Dewa United di BRI Super League: Laskar Mataram Berpeluang Beri Kejutan!
Blunder Berujung Gol, Fitrah Maulana Ungkap Perasaannya Usai Persib Menang
Upaya Restorasi 325 Hektare Hutan di TNGHS untuk Jaga Habitat Macan Tutul Jawa
Prediksi Skor Lion City Sailors vs Adelaide United di ACL Two: Tuan Rumah Diunggulkan Menang Lagi

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022