
Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai (tengah) di sela-sela gelaran Musrenbang HAM 2025 di Jakarta, Senin (8/12). (Dok M.Ridwan/ JawaPos.com)
JawaPos.com - Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai menekankan pentingnya peran Penggerak HAM dalam memastikan pemenuhan hak-hak dasar masyarakat di tingkat desa, kelurahan, dan kampung. Upaya tersebut dinilai penting untuk mewujudkan pembangunan yang inklusif. Terutama bagi kelompok rentan, seperti perempuan, anak-anak, lanjut usia (lansia), penyandang disabilitas, dan masyarakat adat.
Pernyataan itu disampaikan Pigai saat memberikan pengarahan strategis dalam Rapat Koordinasi Penggerak HAM Desa/Kelurahan/Kampung Sadar HAM Tahun 2026 pada Kamis (22/10).
Pigai menegaskan pemenuhan HAM tidak cukup hanya dibicarakan dalam forum formal. Melainkan juga harus diwujudkan melalui kehidupan sosial sehari-hari, termasuk di lingkungan desa.
"Hak Asasi Manusia lahir dan harus terus lahir dalam relasi sosial yang paling sederhana, yaitu di desa, kelurahan, maupun kampung. Desa bukan sekadar unit administratif terkecil, melainkan tempat pertama dan terakhir di mana hak asasi dapat benar-benar menjadi nyata," kata Pigai di Jakarta.
Ia menjelaskan Program Desa Sadar HAM sejalan dengan Asta Cita pertama pemerintahan Presiden Prabowo Subianto serta Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029. Program ini menjadi salah satu upaya untuk memperkuat pelindungan dan pemenuhan HAM melalui keterlibatan langsung masyarakat di tingkat lokal.
Sejak program tersebut ditetapkan, para Penggerak HAM menjalankan peran sebagai mitra resmi sekaligus representasi Kementerian HAM di lapangan. Mereka bertugas memperluas edukasi, memperkuat pelindungan, serta mendorong pemenuhan HAM di 200 desa binaan Sadar HAM yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.
Pigai mengingatkan agar pelaksanaan program tidak berhenti pada pemenuhan persyaratan administratif. Menurutnya, keberadaan Penggerak HAM harus memberikan dampak nyata terhadap kehidupan masyarakat, khususnya dalam memastikan hak-hak dasar warga terpenuhi.
"Jadikan program ini lebih dari sekadar pemenuhan indikator administratif. Jadikan dedikasi Saudara sebagai pondasi untuk membangun desa, kelurahan, dan kampung menjadi ruang hidup warga yang bermartabat," tegasnya.
Ia juga mendorong para penggerak HAM untuk menjalankan peran sebagai pengawal keadilan di lingkungan masing-masing. Menurutnya, keberanian dalam menyuarakan persoalan dan membangun kesadaran masyarakat dinilai penting agar prinsip-prinsip HAM dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Netty Pergi, Jenderal Ditangkap: Ketika Riset Doktoral Membaca Kerusakan Polri dari Dalam
7 Kebiasaan Masa Kecil yang Berpengaruh Pada Kesuksesan Anak di Masa Depan
Herri Pras Akhirnya Minta Maaf Usai Digeruduk Petarung MMA karena Hina UAH dan UAS
Profil Yudi Cahyadi, Atlet MMA yang Tantang Duel Herri Pras Usai Singgung UAS dan UAH
Mahasiswa Trisakti Geruduk Kantor Setneg Siang Ini, Tagih Janji Pemerintah soal Tritura
Prediksi Skor Lillestrom SK vs Viktoria Plzen di Liga Europa: Duel Berpotensi Berjalan Terbuka
Prediksi Skor PSIM vs Dewa United di BRI Super League: Laskar Mataram Berpeluang Beri Kejutan!
Blunder Berujung Gol, Fitrah Maulana Ungkap Perasaannya Usai Persib Menang
Upaya Restorasi 325 Hektare Hutan di TNGHS untuk Jaga Habitat Macan Tutul Jawa
Prediksi Skor Lion City Sailors vs Adelaide United di ACL Two: Tuan Rumah Diunggulkan Menang Lagi

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022