
Wapres Gibran Rakabuming Raka. (Setwpres)
JawaPos.com - Presiden Prabowo Subianto diminta segera mengambil langkah untuk menuntaskan polemik ijazah Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka. Menurutnya, persoalan tersebut perlu diselesaikan agar tidak semakin meluas dan memicu konflik horizontal di tengah masyarakat.
Direktur Rumah Politik Indonesia, Fernando Emas, menilai polemik ijazah Gibran tidak bisa dilepaskan dari dinamika politik setelah Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024. Dia menduga, persoalan yang dibungkus dengan isu konstitusi dan penegakan keadilan itu memiliki kepentingan politik dari kelompok tertentu.
"Persoalan polemik ijazah wakil presiden Gibran Rakabuming Raka yang sengaja digulirkan oleh sekelompok orang yang sangat didasari muatan politik namun dibungkus rapi dengan isu konstitusi dan penegakan keadilan," kata Fernando kepada wartawan, Selasa (20/10).
Dia memandang, polemik tersebut merupakan bagian dari skenario politik yang lebih besar untuk menggoyahkan posisi Gibran sebagai wakil presiden. Fernando juga menilai, persoalan ijazah itu berpotensi dijadikan landasan untuk menggugat hasil Pilpres 2024 melalui jalur hukum.
"Skenario panjang sudah disiapkan, untuk menjatuhkan Gibran Rakabuming Raka dari posisi wakil presiden," ujarnya.
Atas dasar itu, Fernando meminta Prabowo tidak membiarkan polemik tersebut berlarut-larut. Dia berharap kepala negara segera mengambil langkah strategis untuk meredam ketegangan politik sekaligus mencegah persoalan ijazah Gibran berkembang menjadi konflik yang lebih luas.
"Agar persoalan Gibran tidak semakin melebar kemana-mana, sebaiknya Presiden Prabowo Subianto segera turun tangan dan mengambil langkah-langkah taktis sehingga semuanya bisa selesai," ucap Fernando.
Baca Juga:Riset INDEF Ungkap 22 % UMKM Alami Penurunan Usaha Akibat MBG dan Cuma 5 % yang Kebagian Untung
Menurut dia, pembiaran terhadap polemik tersebut berisiko memperuncing perbedaan sikap di tengah masyarakat. Terlebih, isu yang menyangkut legitimasi kepemimpinan nasional dapat memunculkan perdebatan berkepanjangan apabila tidak ditangani melalui mekanisme yang jelas dan sesuai ketentuan hukum.
"Kalau persoalan tersebut terus dibiarkan, maka sangat berpotensi akan terjadi konflik horizontal antar mereka yang pro dan kontra terhadap kasus ijazahnya Gibran. Akibatnya sangat berbahaya terhadap keberlangsungan pemerintahan Prabowo Subianto," tuturnya.
Fernando menilai, pemerintah perlu mempertimbangkan langkah politik dan hukum untuk memberikan kepastian terkait persoalan tersebut. Dia menyarankan Prabowo meminta partai-partai politik yang tergabung dalam koalisi pendukung pemerintah untuk mendorong pembahasan revisi Undang-Undang Pemilihan Umum (UU Pemilu) melalui DPR RI.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Netty Pergi, Jenderal Ditangkap: Ketika Riset Doktoral Membaca Kerusakan Polri dari Dalam
7 Kebiasaan Masa Kecil yang Berpengaruh Pada Kesuksesan Anak di Masa Depan
Herri Pras Akhirnya Minta Maaf Usai Digeruduk Petarung MMA karena Hina UAH dan UAS
Profil Yudi Cahyadi, Atlet MMA yang Tantang Duel Herri Pras Usai Singgung UAS dan UAH
Mahasiswa Trisakti Geruduk Kantor Setneg Siang Ini, Tagih Janji Pemerintah soal Tritura
Prediksi Skor Lillestrom SK vs Viktoria Plzen di Liga Europa: Duel Berpotensi Berjalan Terbuka
Prediksi Skor PSIM vs Dewa United di BRI Super League: Laskar Mataram Berpeluang Beri Kejutan!
Blunder Berujung Gol, Fitrah Maulana Ungkap Perasaannya Usai Persib Menang
Upaya Restorasi 325 Hektare Hutan di TNGHS untuk Jaga Habitat Macan Tutul Jawa
Prediksi Skor Lion City Sailors vs Adelaide United di ACL Two: Tuan Rumah Diunggulkan Menang Lagi

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022