Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 8 September 2026 | 14.51 WIB

Jaga Choke Points dan ALKI, Indonesia Butuh Sistem UUV untuk Hadapi Ancaman Bawah Laut 

Salah satu UUV buatan perusahaan Italia, Fincantieri. Perusahaan tersebut menawarkan satu sistem UUV yang bisa terintegrasi dengan kapal permukaan. (Laman Resmi Fincantieri) - Image

Salah satu UUV buatan perusahaan Italia, Fincantieri. Perusahaan tersebut menawarkan satu sistem UUV yang bisa terintegrasi dengan kapal permukaan. (Laman Resmi Fincantieri)

JawaPos.com - Temuan kendaraan bawah laut nirawak atau Unmanned Underwater Vehicle (UUV) berlabel asing di Selat Lombok pada April 2026 menjadi perhatian serius terhadap kemampuan pertahanan maritim Indonesia.

Fakta bahwa objek tersebut ditemukan oleh nelayan, bukan aparat atau otoritas maritim, dinilai menunjukkan masih perlunya penguatan sistem deteksi bawah laut di wilayah strategis Indonesia.

Sebagai negara maritim dengan wilayah perairan sangat luas, Pemerintah Indonesia harus memastikan seluruh Choke Points terjaga dengan baik. Demikian pula Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI).

Mayjen TNI (Purn) Jan Pieter Ate menyinggung temuan UUV berlabel asing di Selat Lombok pada 6 April 2026 lalu. Apalagi, temuan itu diperoleh nelayan, bukan Angkatan Laut atau otoritas negara di bidang maritim.

Menurut dia, temuan tersebut menegaskan satu hal. "Penemuan UUV di Selat Lombok itu adalah penegasan bahwa kapabilitas untuk deteksi bawah air (bawah laut) kita itu sangat minim," kata dia dikutip dari siniar Ngobrol Pertahanan Indonesia pada Selasa (8/9).

Purnawirawan TNI yang pernah bertugas sebagai Direktur Kerja Sama Internasional pada Direktorat Jenderal Strategi Pertahanan (Strahan) Kementerian Pertahanan (Kemhan) itu menyatakan bahwa temuan UUV di Selat Lombok harus menjadi pembelajaran bagi pemerintah. 

"Itu harus jadi lesson learned yang sangat mendesak untuk pihak Kemhan dan TNI. Segera membuat program untuk melaksanakan capability gap yang harus diisi agar setahap demi setahap kemampuan kita itu mulai nampak," tegasnya.

Indonesia sebagai negara maritim, kata Jan, mestinya berorientasi pada peningkatan kemampuan dan kapabilitas pertahanan maritim. Sebaliknya, meningkatkan kemampuan darat perlu di-review.

Selain temuan UUV di Selat Lombok, perang Iran melawan Amerika Serikat (AS) dan Israel juga perlu jadi contoh dalam penguatan pertahanan.

Dalam siniar yang sama, Co-Founder Jakarta Defense Society (JDS) Novan Iman Santosa menyampaikan pembangunan kekuatan Maritim Indonesia harus pula melihat dinamika dan perkembangan di kawasan.

Editor: Dony Lesmana Eko Putra
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore