Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 6 September 2026 | 02.15 WIB

Pemerintah Masih Punya PR untuk Tingkatkan Pengetahuan Masyarakat, Sekolah Rakyat Tidak Cukup

Sejumlah orang tua siswa mengantar para siswa untuk persiapan mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) hari pertama di Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Bogor di Jasinga, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis (20/08/2026). (Hanung Hambara/Jawa Pos) - Image

Sejumlah orang tua siswa mengantar para siswa untuk persiapan mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) hari pertama di Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Bogor di Jasinga, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis (20/08/2026). (Hanung Hambara/Jawa Pos)

JawaPos.com - Kerja pemerintah dalam meningkatkan kesempatan pendidikan bagi masyarakat kelas bawah mendapat apresiasi dari program Sekolah Rakyat. Apresiasi itu tidak cukup. 

Pemerintah masih punya pekerjaan rumah (PR) untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat. Direktur Eksekutif Media Survei Nasional (Median) Rico Marbun mengatakan, meski sekolah rakyat mendapat respons positif, pemerintah masih memiliki pekerjaan rumah dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat. 

PR itu tergambar dalam survei Median yang menyatakan bahwa baru 61,7 persen responden mengetahui adanya Program Sekolah Rakyat; sementara 38,3 persen mengaku tidak tahu.

Sementara itu untuk Sekolah Rakyat mendapat respons positif dari masyarakat dengan 56,1 persen responden menyatakan puas atau cukup puas terhadap program tersebut.

Angka itu terdiri atas 18 persen responden yang sangat puas dan 38,1 persen cukup puas. Lalu, kurang puas sebanyak 6,8 persen; 3,1 persen menyatakan tidak puas; dan 34,0 persen tidak tahu atau tidak menjawab.

“Ini menunjukkan program tersebut cukup mendapat penerimaan publik,” kata Rico, Sabtu (5/9).

Menurut Rico, kepuasan publik terutama didorong oleh manfaat Sekolah Rakyat bagi masyarakat kurang mampu. Berdasarkan survei, publik yang menjawab puas karena sekolah rakyat bersifat gratis bagi orang tidak mampu mencapai 12 persen.

“Setelah itu, 8,9 persen menilai Sekolah Rakyat membantu masyarakat kurang mampu. Kemudian 6,9 persen menyebut program ini membantu rakyat mendapatkan pendidikan yang layak, dan 6,4 persen menilai pendidikan menjadi lebih terjangkau dan merata,” ujar Rico.

Selain itu, tambah Rico, sebanyak 2 persen responden menilai Sekolah Rakyat dapat membantu mengurangi angka putus sekolah.

Editor: Ilham Safutra
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore