
Gunung Anak Krakatau yang muncul beberapa dekade setelah letusan dahsyat Gunung Krakatau pada 1883
JawaPos.com - Dentuman keras di langit Bandung, Jawa Barat (Jabar), pada Jumat tengah malam (4/9) bersumber dari erupsi Gunung Anak Krakatau. Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Rita Susilawati memberikan penjelasan lengkap terkait dengan fenomena tersebut.
Menurut Rita, saat erupsi Gunung Anak Krakatau terjadi, turut keluar energi akustik yang sangat tinggi. Energi akustik dari dentuman erupsi tersebut kemudian merambat dan jangkauannya mencapai ratusan kilometer dari lokasi letusan di Perairan Selat Sunda.
”Ketika terjadi pelepasan energi akustiknya itu bisa sangat besar, dan energi akustik inilah yang bisa merambat hingga ratusan kilometer,” kata dia dalam konferensi pers secara dalam jaringan pada Sabtu (5/9).
Karena itu, dentuman keras terdengar di daerah yang jauh dari Gunung Anak Krakatau seperti Bandung dan sekitarnya. Bahkan, PVMBG mendapat laporan suara dentuman keras juga terdengar di beberapa titik di wilayah Pantai Utara Jawa atau Pantura.
”Untuk penyebabnya tadi seperti kami sampaikan, kami memang menduga suara yang tadi karena berhubungan dengan erupsi Gunung Anak Krakatau yang terjadi tadi malam, dugaan kuatnya memang itu,” kata dia.
Namun demikian, PVMBG tetap akan melakukan pencocokan data dengan instansi lain seperti Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika. Bila merujuk ke belakang, dentuman serupa juga terdengar saat beberapa gunung api di Indonesia erupsi.
Misalnya saat erupsi Gunung Anak Krakatau pada April 2020 lalu. Masyarakat di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi mendengar dentuman keras di langit. Setelah dilakukan pencocokan waktu, suara dentuman itu bersesuaian dengan erupsi Gunung Anak Krakatau.
”Hasil pemantauan BMKG saat itu memang tidak ada gempa tektonik signifikan di wilayah Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Banten yang dapat menjelaskan suara tersebut,” ujarnya.
Selain itu, Rita juga menjelaskan erupsi Gunung Kelud di Jawa Tengah (Jateng) pada Februari 2014. Saat itu, dentuman keras terdengar di sejumlah wilayah di Jawa Tengah (Jateng) meski letaknya jauh dari sumber erupsi. Serupa dengan erupsi Gunung Anak Krakatau saat ini, energi akustik yang keluar saat itu juga sangat besar.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Borneo FC vs Persija Jakarta: Macan Kemayoran Menang Tipis di Samarinda
Prediksi Skor Hoffenheim vs Borussia Dortmund di Liga Jerman: Kans Die Borussen Gondol 3 Poin
Prediksi Skor Bhayangkara FC vs Persebaya Surabaya: Green Force Diprediksi Menang Tipis di Lampung
Prediksi Skor Newcastle United vs Bournemouth di Liga Inggris: The Magpies Tak Ingin Malu di Kandang
Prediksi Skor Alaves vs Osasuna di Liga Spanyol: Duel Sengit Berpotensi Imbang di Mendizorrotza
Prediksi Skor Villarreal vs Deportivo La Coruna di Liga Spanyol: Kapal Selam Kuning Amankan 3 Poin!
Prediksi Skor Marseille vs Paris FC di Liga Prancis: Kans Les Phocéens Pesta Gol di Stade Velodrome
Prediksi Skor Werder Bremen vs RB Leipzig di Liga Jerman: Die Bullen Bisa Gondol 3 Poin
Prediksi Skor Parma vs Monza di Liga Italia: Duel Sengit Rawan Berakhir Imbang!
Prediksi Skor Java United FC vs Garudayaksa: Laskar Kepodang Emas Bisa Menang Tipis
