Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 4 September 2026 | 04.35 WIB

Banyak Kasus Keracunan, BGN Tetap Kejar Target 72,46 Juta Penerima Manfaat MBG pada 2027

Suasana RSUD Sidoarjo di mana sejumlah santri menjalani perawatan karena keracunan MBG (Dok Dadang Kurnia/JawaPos.com). - Image

Suasana RSUD Sidoarjo di mana sejumlah santri menjalani perawatan karena keracunan MBG (Dok Dadang Kurnia/JawaPos.com).

JawaPos.com - Badan Gizi Nasional (BGN) masih menargetkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mencapai 72.464.886 penerima manfaat pada tahun 2027. Hal ini berjalan meski ada efisiensi anggaran Rp30 triliun pada komponen Bantuan Pemerintah (Banper) untuk MBG.

Efisiensi ini menurunkan alokasi Banper MBG dari Rp262,5 triliun menjadi Rp232,5 triliun. Dalam Rencana Kerja dan Anggaran BGN Tahun 2027, Kepala BGN Sudaryono menjelaskan pagu anggaran sebesar Rp240,20 triliun menjadi dasar pelaksanaan program dan kegiatan BGN.

"Dengan pagu anggaran ini, target penerima manfaat MBG Tahun 2027 adalah 72.464.886 orang," ujar Sudaryono dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi IX DPR RI di Jakarta, Kamis (3/9). 

Target ini terdiri atas 60.599.777 peserta didik dari berbagai jenjang pendidikan, dari PAUD/RA/TK, SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA/SMK sederajat, SLB, hingga santri. Sedangkan 11.865.109 penerima lainnya berasal dari ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.

Dalam RDP tersebut, Sudaryono menyampaikan pagu anggaran BGN Tahun 2027 sebesar Rp240,20 triliun terbagi dalam dua program. Program Pemenuhan Gizi Nasional senilai Rp232,88 triliun dan Program Dukungan Manajemen sebesar Rp7,33 triliun.

"Dengan pagu anggaran ini, target penerima manfaat MBG Tahun 2027 adalah 72.464.886 orang," ujar pria yang akrab disapa Mas Dar itu.

Mas Dar berharap Rencana Kerja dan Anggaran BGN Tahun 2027 dapat mendapat persetujuan Komisi IX DPR RI. Sehingga Program Makan Bergizi Gratis dapat terus berjalan secara optimal.

BGN berkomitmen mengoptimalkan sumber daya yang ada guna memastikan layanan pemenuhan gizi menjangkau sasaran secara tepat. Selain itu, BGN juga memperkuat ekosistem pendukung program lewat tata kelola, pemantauan dan pengawasan, serta penguatan rantai pasok.

Penguatan juga dilakukan pada pemantauan mutu dan keamanan pangan agar program ini berjalan sesuai harapan.

Editor: Dony Lesmana Eko Putra
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore