Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 30 Agustus 2026 | 17.25 WIB

Jokowi Ingatkan Kekuasaan Hanya Sementara: Jangan Dipakai untuk Menjatuhkan Orang

Presiden ke-7 RI yang juga politikus Partai Solidaritas Indonesia, Joko Widodo (Jokowi). (dok. PSI) - Image

Presiden ke-7 RI yang juga politikus Partai Solidaritas Indonesia, Joko Widodo (Jokowi). (dok. PSI)

JawaPos.com - Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan agar kekuasaan dan jabatan tidak disalahgunakan untuk merendahkan, menyakiti, ataupun menjatuhkan orang lain. Menurutnya, setiap kewenangan yang dimiliki seseorang pada dasarnya hanya bersifat sementara.

Pernyataan tersebut disampaikan Jokowi saat menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus Haul ke-8 Al-Maghfurlah KH Musyafa Ali di Pondok Pesantren Al-Falah, Kebumen, Jawa Tengah, Sabtu (29/8).

Dalam kesempatan itu, Jokowi mengutip sebuah petuah Jawa, “Lamun siro sekti, ojo mateni”. Ungkapan tersebut, kata dia, mengandung pesan agar seseorang yang memiliki kekuatan maupun kekuasaan tidak menggunakannya untuk mencelakakan atau menjatuhkan pihak lain.

“Meskipun kamu sakti, jangan suka menjatuhkan atau membunuh. Memang kita punya kekuasaan, ya besar, kemudian kita pakai untuk menjatuhkan orang. Itu hal yang tidak baik,” kata Jokowi.

Jokowi menilai, nasihat tersebut tidak hanya berlaku bagi pemimpin di tingkat nasional. Prinsip yang sama juga semestinya diterapkan oleh siapa pun yang mendapat amanah untuk memimpin, termasuk di lingkungan pemerintahan paling bawah.

Ia mencontohkan seorang lurah yang memperoleh jabatan tidak seharusnya kemudian bersikap kasar atau arogan kepada masyarakat yang dipimpinnya.

“Jangan mentang-mentang jadi lurah, kemudian ke rakyatnya sering ngendika banter, sering ngendika kasar ke rakyat, enggak boleh,” jelasnya.

Menurut Jokowi, orang yang sedang berada dalam posisi berkuasa harus senantiasa menyadari bahwa kedudukan tersebut tidak akan berlangsung selamanya. Jabatan dan kekuasaan pada akhirnya akan berakhir dan berganti kepada orang lain.

“Karena kekuasaan itu hanya sementara. Kekuasaan itu hanya sak detik. Jabatan itu hanya sampiran, itu yang harus diingat waktu kita memiliki kekuasaan,” tegasnya.

Editor: Bintang Pradewo
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore