Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 28 Agustus 2026 | 02.04 WIB

Pesan Tegas Prabowo di Muktamar NU 35: Kalau NU Rukun, Indonesia Rukun

Presiden RI Prabowo Subianto saat memberikan sambutan di Muktamar NU ke 35 di Tambakberas Jombang, Kamis (27/8). (Dony/JawaPos.com) - Image

Presiden RI Prabowo Subianto saat memberikan sambutan di Muktamar NU ke 35 di Tambakberas Jombang, Kamis (27/8). (Dony/JawaPos.com)

JawaPos.com - Pesan Presiden Prabowo Subianto di Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) bukan sekadar soal organisasi. Ia membawa pesan lebih besar: NU dinilai memiliki peran penting dalam menjaga persatuan, kerukunan, hingga masa depan Indonesia.

Bahkan dalam sambutanya Prabowo Subianto menyampaikan penghormatan kepada Nahdlatul Ulama dan para ulama saat menghadiri Muktamar ke-35 NU di Jombang, Jawa Timur, Kamis (27/8).

Dalam pidatonya, Prabowo menegaskan bahwa NU merupakan salah satu aset besar bangsa Indonesia. Menurutnya, kekuatan NU memiliki kaitan erat dengan kekuatan Indonesia.

“NU kuat artinya Indonesia kuat. Kalau NU rukun, Indonesia rukun,” kata Prabowo dalam sambutannya.

Prabowo juga mengingatkan kembali hubungan erat antara ulama dan perjalanan sejarah Indonesia. Ia menyinggung peran para kiai dan pesantren dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan, terutama dalam pertempuran Surabaya pada 1945.

Jika Bung Karno dikenal dengan pesan “Jas Merah”, Prabowo menyampaikan pesan versinya sendiri kepada generasi saat ini.
“Jas hijau, jangan sekali-kali melupakan jasa ulama,” ujarnya.

Menurut Prabowo, kontribusi ulama tidak hanya dilakukan oleh tokoh-tokoh yang dikenal publik. Banyak kiai kampung yang setiap hari ikut menjaga akhlak masyarakat, kerukunan antarumat beragama, kedamaian desa, serta mendoakan bangsa tanpa meminta imbalan kepada negara.

Prabowo juga mengaitkan semangat perjuangan NU dengan cita-cita kebangkitan Indonesia. Ia menyinggung lagu perjuangan yang diciptakan KH Abdul Wahab Chasbullah jauh sebelum Indonesia memproklamasikan kemerdekaan.

Menurutnya, semangat dalam lagu tersebut menunjukkan bahwa cita-cita kebangsaan telah tumbuh di kalangan ulama bahkan sebelum bentuk negara Indonesia benar-benar jelas.

Prabowo menegaskan, Indonesia yang bangkit bukan sekadar negara yang kuat secara ekonomi, tetapi juga negara yang mampu mewujudkan keadilan dan kemakmuran bagi rakyat.

Editor: Dony Lesmana Eko Putra
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore