Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 27 Agustus 2026 | 20.32 WIB

Aktivis Pati Kecewa Puan Maharani Tak Hadir saat Rapat Paripurna Bahas RUU Perampasan Aset

Massa yang dipimpin Koordinator AMPB Supriyono alias Botok bertemu dengan pimpinan DPR yang di Pimpin Wakil Ketua DPR RI Sumi Daco di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (27/8/2026). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com) - Image

Massa yang dipimpin Koordinator AMPB Supriyono alias Botok bertemu dengan pimpinan DPR yang di Pimpin Wakil Ketua DPR RI Sumi Daco di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (27/8/2026). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

JawaPos.com - Sebanyak 14 perwakilan Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) mendapat kesempatan masuk ke Gedung DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (27/8). Mereka diizinkan mengikuti langsung jalannya Rapat Paripurna DPR RI yang salah satu agendanya membahas perkembangan penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset.

Kesempatan tersebut diberikan setelah pimpinan DPR mempersilakan perwakilan massa aksi yang selama beberapa hari menggelar demonstrasi di depan kompleks parlemen untuk menyaksikan jalannya sidang.

Rapat Paripurna dibuka oleh Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad. Sejumlah pimpinan DPR lainnya turut berada di ruang sidang, di antaranya Cucun Ahmad Syamsurijal, Sari Yuliati, dan Saan Mustopa.

Dalam aksi yang digelar di kawasan Gedung DPR, AMPB sebelumnya menyuarakan sejumlah aspirasi. Salah satu tuntutan utama mereka ialah agar DPR segera mengesahkan RUU Perampasan Aset.

Saat agenda pembahasan perkembangan RUU tersebut berlangsung, Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman menyampaikan laporan terkait proses penyusunannya. Ia juga memastikan bahwa RUU Perampasan Aset ditargetkan dapat disahkan dalam Rapat Paripurna pada Desember 2026.

Pernyataan tersebut disampaikan Habiburokhman di hadapan peserta sidang, termasuk perwakilan AMPB yang hadir di ruang Rapat Paripurna.

Usai mendengarkan penyampaian tersebut, para perwakilan AMPB kemudian meninggalkan ruang persidangan. Namun, sebelum meninggalkan area Gedung DPR, salah satu perwakilan AMPB, Teguh Istiyanto, menyampaikan sejumlah catatan kepada pimpinan DPR.

Teguh mempertanyakan ketidakhadiran Ketua DPR RI Puan Maharani dalam Rapat Paripurna yang membahas perkembangan RUU Perampasan Aset. Menurutnya, para aktivis dan masyarakat yang datang dari berbagai daerah telah bertahan selama beberapa hari di Jakarta untuk mengawal aspirasi mereka.

"Maaf, Pak. Kami sudah dua hari dua malam kami belum istirahat. Saya minta bicara sambil duduk, ya, Pak, ya? Saya belum mandi juga, Pak, dua hari. Saya di posko. Ini di depan, itu ada rakyat Indonesia, Pak," kata Teguh di hadapan pimpinan DPR.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore