Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 24 Agustus 2026 | 03.56 WIB

Ancaman Bara Gambut Masih Mengintai Kalimantan, BNPB Terjunkan Helikopter dan Modifikasi Cuaca

Ilustrasi modifikasi cuaca. (Humas Bpbd DKI Jakarta) - Image

Ilustrasi modifikasi cuaca. (Humas Bpbd DKI Jakarta)

JawaPos.com - Minimnya curah hujan membuat area gambut di Kalimantan makin rentan terbakar. Pemerintah mengambil langkah cepat memobilisasi armada udara dan satgas darat. 

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pun memperketat pengawasan serta pengendalian kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kalimantan setelah sebaran asap serta titik panas meningkat signifikan dalam seminggu terakhir.

Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto menegaskan, karakteristik lahan gambut di Kalimantan memerlukan penanganan khusus karena api kerap menyusup di bawah permukaan.

"Permukaan lahan yang terlihat sudah padam belum tentu bara di bawahnya benar-benar mati. Karena itu, hujan dengan intensitas yang cukup menjadi salah satu faktor penting untuk membantu membasahi kembali lahan gambut dan memadamkan bara yang masih tersimpan," ujar Suharyanto di sela peninjauan Posko Logistik Nasional Penanganan Darurat Gempa M 7,7 Flores di Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, Minggu (23/8).

Strategi Udara dan Instruksi Presiden

Untuk mengatasi krisis tersebut, penyemaian garam melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) kembali digencarkan bekerja sama dengan BMKG mulai Minggu (23/8). Langkah teknis ini difokuskan pada area yang masih memiliki ketersediaan awan potensial.

Dukungan udara ditingkatkan secara masif dengan menyiagakan 30 unit helikopter untuk water bombing dan patroli di Kalimantan, serta 22 unit di Sumatera. Jumlah armada masih bisa terus bertambah sesuai arahan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan hasil koordinasi dengan Kementerian Pertahanan.

"Presiden memberikan perhatian penuh dan menginstruksikan agar kebutuhan operasional di lapangan dipenuhi. Jadi bukan hanya pemadaman dari udara, tetapi juga penguatan satgas darat, peralatan, pompa, mobil tangki, dan seluruh kebutuhan yang diperlukan untuk mempercepat pengendalian Karhutla," kata Suharyanto.

Penguatan Darat dan Status Penerbangan

Selain jalur udara, fasilitas tim darat diperkuat dengan penambahan Alat Pelindung Diri (APD) serta pompa air bertekanan tinggi (high-pressure pump).

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore