
Para prajurit TNI memadamkan api di lokasi karhutla. Belasan ribu personel dikerahkan untuk membantu penanganan karhutla di berbagai daerah Indonesia. (TNI)
JawaPos.com - Kepolisian Republik Indonesia (Polri) menetapkan 72 tersangka dalam kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di berbagai wilayah di Indonesia. Hal itu sebagai langkah tegas aparat menyikapi kahutla yang menimpa sembilan wilayah, di antaranya Aceh, Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Utara.
Langkah tegas Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam penanganan karhutla dinilai tidak hanya diarahkan pada pengendalian api di lapangan, tetapi juga menyasar aspek penegakan hukum. Langkah tersebut penting, mengingat karhutla dapat menimbulkan dampak luas, mulai dari kerusakan ekosistem hingga penurunan kualitas udara yang berpengaruh terhadap masyarakat.
"Tindakan yang diambil Polri kali ini bukan sekadar respons reaktif, melainkan mencerminkan komitmen institusional yang sejalan dengan prinsip-prinsip pokok yang telah dicanangkan oleh kepemimpinan Polri," kata analis senior bidang politik dan hukum, Boni Hargens kepada wartawan, Minggu (23/8).
Boni menilai, penanganan perkara tersebut dapat menjadi gambaran penerapan prinsip Presisi yang selama ini menjadi salah satu pendekatan dalam reformasi kelembagaan Polri.
"Penggunaan data, akuntabilitas, serta orientasi pelayanan kepada masyarakat menjadi aspek penting dalam memastikan penegakan hukum berjalan secara efektif," tegasnya.
Berdampak positif terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran
Menurut Boni, keberhasilan aparat dalam mengungkap dan mengamankan pihak yang diduga terlibat dalam karhutla juga memiliki dampak terhadap persepsi masyarakat terhadap institusi kepolisian.
Ia menilai, langkah yang cepat dan terukur dapat menjadi nilai positif bagi Polri, terutama dalam membangun kepercayaan publik terhadap kemampuan aparat menangani persoalan yang menyangkut kepentingan masyarakat luas.
Dalam perspektif politik, Boni juga melihat penanganan kasus karhutla dapat memberikan dampak positif terhadap citra pemerintahan Prabowo-Gibran. Menurut dia, tindakan tegas aparat negara dalam menghadapi kejahatan lingkungan menunjukkan adanya upaya menghadirkan negara dalam persoalan yang berdampak luas.
Boni menilai penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran hutan memiliki arti penting dalam upaya menjaga kelestarian lingkungan di Kalimantan. Penindakan terhadap pihak yang diduga terlibat diharapkan dapat memberikan efek pencegahan agar kejadian serupa tidak terus berulang.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Rapid Vienna vs Hearts: Tuan Rumah Terancam Tumbang di Liga Konferensi Eropa
Prediksi Skor Viking FK vs Dinamo Zagreb: Purgeri Diprediksi Menang Tipis di Norwegia!
Desta Resmi Hengkang dari Vindes, Perusahaan Berjalan Bersama Vincent Rompies
Robot Humanoid Tiongkok Kalahkan Rekor Lari Usain Bolt, Lalu Terbakar
Prediksi Skor AEK Athens vs Levski Sofia di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027: Tuan Rumah Menang!
Prediksi Skor Celta Vigo vs Osasuna di Liga Spanyol 2026/2027: Los Celestes Bakal Raih 3 Poin!
Prediksi Skor Celje vs Slovan Bratislava di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027: Berujung Penalti?
Prediksi Skor Lyon vs Fenerbahce di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027: Kans Les Gones Menang!
Kiai Ta’in Tebuireng Dipolisikan Jelang Muktamar NU, TAAT Pasang Badan
Prediksi Skor Rapid Wien vs Hearts di Play-off Liga Konferensi Eropa: Tim Tamu Dijagokan Lolos!
