Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 19 Agustus 2026 | 19.20 WIB

Kritis Pasca Terdampak Gempa, Tim SAR Gabungan Evakuasi Warga dari Manggarai Timur Pakai Helikopter

Tim SAR Gabungan mengevakuasi korban terdampak gempa bumi NTT menggunakan helikopter. (Basarnas) - Image

Tim SAR Gabungan mengevakuasi korban terdampak gempa bumi NTT menggunakan helikopter. (Basarnas)

JawaPos.com - Tim SAR Gabungan mengevakuasi warga terdampak gempa bumi di Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), menggunakan helikopter pada Rabu (19/8). Korban dievakuasi dalam keadaan kritis sehingga butuh penanganan medis secepatnya.

Direktur Operasi Basarnas Laksamana Pertama TNI Yudhi Bramantyo menyampaikan bahwa evakuasi berlangsung pada pukul 11.15 WITA. Untuk menjangkau korban, Tim SAR Gabungan mengandalkan Helikopter Dauphin milik Basarnas.

Berdasar data, korban yang dievakuasi adalah seorang perempuan berusia 77 tahun bernama Adelina Ndimias. Merujuk keterangan yang disampaikan oleh Tim Medis Kementerian Kesehatan (Kemenkes), korban diduga mengalami fraktur basis cranii atau patah tulang dasar tengkorak.

”Korban dievakuasi menggunakan Helikopter Dauphin Basarnas dengan waktu tempuh sekitar 30 menit menuju RSUD Pratama Komodo, Labuan Bajo. Dalam proses evakuasi, korban didampingi satu orang keluarga,” kata Yudhi Bramantyo.

Jenderal bintang satu TNI AL itu menyatakan bahwa Tim SAR Gabungan terus berupaya memberikan dukungan terhadap penanganan korban terdampak gempa, termasuk melalui evakuasi medis terhadap korban yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.

Tim SAR Gabungan senantiasa terus melaksanakan evakuasi medis untuk membantu Tim Kemenkes, sembari melakukan penyisiran terhadap kemungkinan adanya korban di area bangunan runtuh di Manggarai Timur serta kabupaten terdampak lainnya,” ujarnya.

Berdasar data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), sebanyak 70 korban meninggal dunia pasca gempa bumi 15 Agustus lalu. Selain itu, 1.182 korban luka-luka, 40.040 korban mengungsi, dan 16.411 kepala keluarga terdampak bencana.

”Pendataan harus menjadi perhatian bersama. Kita ingin memastikan masyarakat yang terdampak mendapatkan bantuan sesuai dengan kondisi kerusakan rumahnya. Karena itu, sinergi seluruh unsur di daerah sangat penting agar proses ini berjalan cepat, tepat dan dapat dipertanggungjawabkan,” kata kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto.

Editor: Dony Lesmana Eko Putra
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore