Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 12 Agustus 2026 | 18.49 WIB

Pemerintah Lirik Model Pembangunan Tiongkok untuk Kembangkan Kawasan Transmigrasi

Wamentrans Viva Yoga Mauladi dalam Overseas Seminar on China’s Development Model yang digelar Kementerian Transmigrasi (Kementrans) bersama Universitas Peking di Balai Makarti, Kantor Kementrans, Kalibata, Jakarta, Selasa (11/8)/(Istimewa). - Image

Wamentrans Viva Yoga Mauladi dalam Overseas Seminar on China’s Development Model yang digelar Kementerian Transmigrasi (Kementrans) bersama Universitas Peking di Balai Makarti, Kantor Kementrans, Kalibata, Jakarta, Selasa (11/8)/(Istimewa).

JawaPos.com – Pemerintah mulai melirik pengalaman Tiongkok dalam membangun kawasan sebagai salah satu referensi untuk mengembangkan kawasan transmigrasi baru di Indonesia. 

Model pembangunan Negeri Tirai Bambu dinilai dapat memberikan perspektif baru, terutama dalam mengintegrasikan pembangunan wilayah, sumber daya manusia, ekonomi, hingga industrialisasi.

Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi mengatakan, pengalaman Tiongkok dalam membangun berbagai wilayah dapat menjadi bahan pembelajaran untuk merancang pengembangan kawasan transmigrasi di Indonesia.

“Pembangunan di kawasan transmigrasi mencakup pembangunan sumber daya manusia, wilayah, ekonomi, produk unggulan, hingga pentingnya industrialisasi,” ujar Viva dalam Overseas Seminar on China’s Development Model yang digelar Kementerian Transmigrasi (Kementrans) bersama Universitas Peking (China) di Balai Makarti, Kantor Kementrans, Kalibata, Jakarta, Selasa (11/8).

Menurut dia, Tiongkok memiliki pengalaman pembangunan wilayah yang mampu mendorong kemajuan ekonomi sekaligus memperkuat posisi negara tersebut sebagai salah satu kekuatan dunia. Pengalaman itu dinilai relevan untuk dipelajari dalam konteks pengembangan kawasan transmigrasi di Indonesia.

“Model pembangunan di Tiongkok bisa menjadi inspirasi dalam membangun kawasan transmigrasi,” tuturnya.

Namun, Viva menegaskan pemerintah tidak dapat menyalin begitu saja model pembangunan Tiongkok. Setiap pendekatan harus disesuaikan dengan kondisi ekonomi, sosial, dan budaya masyarakat di masing-masing kawasan transmigrasi.

Dengan pendekatan tersebut, pengalaman Tiongkok diharapkan tidak sekadar menjadi referensi akademis, tetapi dapat memberikan alternatif model pembangunan yang bisa diterapkan sesuai karakteristik wilayah Indonesia.

Kerja sama dengan Universitas Peking diharapkan dapat memperluas perspektif pemerintah dalam merancang model tersebut.

“Dengan kerja sama Kementrans-Universitas Peking, kita dapat sudut pandang baru dalam membangun kawasan atau wilayah,” pungkas Viva.

Editor: Bintang Pradewo
Tags

Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore