
Wamentrans Viva Yoga Mauladi dalam Overseas Seminar on China’s Development Model yang digelar Kementerian Transmigrasi (Kementrans) bersama Universitas Peking di Balai Makarti, Kantor Kementrans, Kalibata, Jakarta, Selasa (11/8)/(Istimewa).
JawaPos.com – Pemerintah mulai melirik pengalaman Tiongkok dalam membangun kawasan sebagai salah satu referensi untuk mengembangkan kawasan transmigrasi baru di Indonesia.
Model pembangunan Negeri Tirai Bambu dinilai dapat memberikan perspektif baru, terutama dalam mengintegrasikan pembangunan wilayah, sumber daya manusia, ekonomi, hingga industrialisasi.
Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi mengatakan, pengalaman Tiongkok dalam membangun berbagai wilayah dapat menjadi bahan pembelajaran untuk merancang pengembangan kawasan transmigrasi di Indonesia.
“Pembangunan di kawasan transmigrasi mencakup pembangunan sumber daya manusia, wilayah, ekonomi, produk unggulan, hingga pentingnya industrialisasi,” ujar Viva dalam Overseas Seminar on China’s Development Model yang digelar Kementerian Transmigrasi (Kementrans) bersama Universitas Peking (China) di Balai Makarti, Kantor Kementrans, Kalibata, Jakarta, Selasa (11/8).
Menurut dia, Tiongkok memiliki pengalaman pembangunan wilayah yang mampu mendorong kemajuan ekonomi sekaligus memperkuat posisi negara tersebut sebagai salah satu kekuatan dunia. Pengalaman itu dinilai relevan untuk dipelajari dalam konteks pengembangan kawasan transmigrasi di Indonesia.
“Model pembangunan di Tiongkok bisa menjadi inspirasi dalam membangun kawasan transmigrasi,” tuturnya.
Namun, Viva menegaskan pemerintah tidak dapat menyalin begitu saja model pembangunan Tiongkok. Setiap pendekatan harus disesuaikan dengan kondisi ekonomi, sosial, dan budaya masyarakat di masing-masing kawasan transmigrasi.
Dengan pendekatan tersebut, pengalaman Tiongkok diharapkan tidak sekadar menjadi referensi akademis, tetapi dapat memberikan alternatif model pembangunan yang bisa diterapkan sesuai karakteristik wilayah Indonesia.
Kerja sama dengan Universitas Peking diharapkan dapat memperluas perspektif pemerintah dalam merancang model tersebut.
“Dengan kerja sama Kementrans-Universitas Peking, kita dapat sudut pandang baru dalam membangun kawasan atau wilayah,” pungkas Viva.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Doktif Bongkar Transfer Rp 9 Juta Richard Lee, Disebut untuk Jasa Prostitusi
Perilaku Menantu Tak Cerminkan Orang Kerajaan, Sultan Brunei Cabut Gelar Istri Pangeran Abdul Malik
Sakit Hati, Alasan Eks Karyawan Bongkar Aib Richard Lee Suka 'Jajan Cewek'
Doktif Sebut Richard Lee Transfer Uang ke Mucikari, Klaim Gunakan Anak di Bawah Umur
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Richard Lee Bela Perempuan di Podcast, Eks Karyawan: Dia Penjahat Wanita
Profil Penang FC: Ujian Persebaya Jelang Super League, Ada Misi Khusus Bernardo Tavares
Profil Lengkap Destry Damayanti, Calon Tunggal Gubernur BI
Finis P9 Moto3 Inggris 2026, Veda Ega Pratama Bongkar Kesalahan di Silverstone
Tumplek Blek! Ribuan Massa Padati Jalan Gubernur Surabaya untuk Ikuti Aksi Tolak LGBTQ
