
Dinkes Jatim menggelar Senam Integritas bersama 300 ASN sebagai bagian Kampanye Antikorupsi Serentak KPK sekaligus memperkuat budaya integritas di lingkungan kesehatan. (Dok. Dinkes Jatim)
JawaPos.com - Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur menunjukkan komitmennya dalam mendukung Kampanye Antikorupsi Serentak Program Pariwara Antikorupsi Tahun 2026 yang diinisiasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Senam Integritas yang dirangkaikan dengan Kick Off Peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia dan Pekan ASI Sedunia.
Pelaksanaan kegiatan ini merupakan tindak lanjut atas Surat Komisi Pemberantasan Korupsi Nomor B/1435/DKM.01.02/80-83/03/2026 tanggal 5 Maret 2026 tentang Ajakan Kampanye Antikorupsi Serentak dalam Program Pariwara Antikorupsi 2026 serta Surat Gubernur Jawa Timur Nomor 700/2095.2/060/2026 tanggal 11 Mei 2026 tentang Himbauan Partisipasi Program Pariwara Antikorupsi 2026.
Sebanyak 300 peserta mengikuti kegiatan tersebut, yang terdiri atas Aparatur Sipil Negara (ASN) Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, perwakilan Rumah Sakit Umum Daerah Unit Organisasi Bersifat Khusus (RS UOBK), serta Unit Pelaksana Teknis (UPT) di lingkungan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, Prof. Dr. dr. Erwin Astha Triyono, Sp.PD., KPTI., FINASIM., M.A.R.S., menegaskan bahwa pembangunan budaya antikorupsi harus dimulai dari komitmen setiap individu dalam menjalankan tugas dan memberikan pelayanan kepada masyarakat.
"Melalui Senam Integritas ini, kami ingin menegaskan bahwa integritas bukan hanya slogan, tetapi harus menjadi budaya kerja seluruh insan kesehatan. Semangat tersebut harus diwujudkan melalui penerapan nilai-nilai antikorupsi, yaitu jujur, mandiri, tanggung jawab, berani, sederhana, peduli, disiplin, adil, dan kerja keras. Dengan menjadikan sembilan nilai tersebut sebagai pedoman dalam bekerja, kita dapat mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, akuntabel, sekaligus menghadirkan pelayanan kesehatan yang profesional dan berorientasi pada kepentingan masyarakat," ujar Prof. Erwin.
Ia menambahkan, momentum Senam Integritas yang bertepatan dengan Kick Off Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dan Pekan ASI Sedunia memiliki makna strategis. Selain memperkuat semangat nasionalisme dan kebersamaan, kegiatan tersebut juga menjadi pengingat pentingnya membangun sumber daya manusia yang sehat sejak awal kehidupan melalui pemberian Air Susu Ibu (ASI) secara eksklusif.
"Semangat perjuangan para pahlawan harus kita lanjutkan melalui pengabdian yang jujur, disiplin, dan berintegritas dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Di sisi lain, peringatan Pekan ASI Sedunia mengingatkan kita bahwa investasi terbaik bagi masa depan bangsa dimulai dari pemenuhan hak bayi untuk memperoleh ASI eksklusif," tambahnya.
Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur juga menyelenggarakan penyuluhan antikorupsi yang disampaikan oleh Sekretaris Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur sekaligus Penyuluh Antikorupsi, Dr. Mohamad Yoto, SKM., M.Kes. Penyuluhan tersebut mengangkat tema implementasi integritas melalui penerapan 9 Nilai Antikorupsi yang dikenal dengan akronim "JUMAT BERSEPEDA KK".
Menurut Dr. Mohamad Yoto, upaya pencegahan korupsi tidak selalu dimulai dari hal-hal besar, melainkan dari kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten oleh setiap ASN.
"Sering kali masyarakat memandang korupsi hanya sebatas kasus besar yang merugikan negara. Padahal, budaya antikorupsi justru dibangun dari kebiasaan sehari-hari. Jujur dalam mengisi absensi dan laporan, disiplin memanfaatkan waktu kerja, tidak menyalahgunakan fasilitas negara, menolak gratifikasi, memberikan pelayanan secara adil tanpa diskriminasi, serta bekerja keras sesuai aturan merupakan contoh nyata implementasi nilai antikorupsi," jelasnya.
Ia menambahkan bahwa akronim JUMAT BERSEPEDA KK memudahkan ASN mengingat sekaligus menerapkan sembilan nilai antikorupsi, yakni Jujur, Mandiri, Tanggung Jawab, Berani, Sederhana, Peduli, Disiplin, Adil, dan Kerja Keras, dalam setiap pelaksanaan tugas.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Jafar dan Adnan Diduga Terlibat Match Fixing, PBSI Langsung Ubah Komposisi Ganda Campuran
Prediksi Skor Persib vs Persebaya di Final Piala Presiden 2026: Duel Tim Kelelahan!
Prediksi Skor Persija Jakarta vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Macan Kemayoran Diunggulkan!
Profil Jafar Hidayatullah dan Adnan Maulana: Diduga Match Fixing, Dicoret PBSI dari Kejuaraan Dunia
Prediksi Skor Persib vs Persebaya di Final Piala Presiden 2026: Maung Bandung Favorit Juara
Aji Santoso Resmi Latih de Red FC, Klub Baru Jawa Timur Pilih Stadion Gelora 10 November Surabaya
Bertahun-Tahun Mogok Kerja, Tim 10 Pekerja Freeport Serahkan Tuntutan ke Said Iqbal
Jafar/Felisha dan Adnan/Indah Dicoret dari Kejuaraan Dunia, PBSI Buka Suara Soal Dugaan Match Fixing
Prediksi Skor Singapura vs Timnas Indonesia di Piala AFF 2026: Pembuktian Sihir John Herdman!
Profil Malik Bawazier, Suami Cut Keke yang Dilaporkan Kasus Perzinaan dan Kohabitasi
