
Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menemui Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin di Kantor Kejagung pada Senin (13/7). (Polri)
JawaPos.com - Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo bersama jajaran Polri melakukan kunjungan resmi ke Markas Besar TNI dan Kejaksaan Agung, pada Senin (13/7). Agenda tersebut dipandang sebagai upaya memperkuat koordinasi antarlembaga negara di tengah meningkatnya perhatian publik terhadap hubungan antarpenegak hukum.
Rangkaian kunjungan diawali dengan pertemuan Kapolri bersama Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto beserta jajaran di Mabes TNI. Setelah itu, rombongan melanjutkan silaturahmi ke Gedung Utama Kejaksaan Agung dan bertemu Jaksa Agung ST Burhanuddin.
Analis politik senior Boni Hargens menilai, pesan yang disampaikan Kapolri memiliki arti strategis, khususnya dalam menjaga efektivitas pelaksanaan kebijakan pemerintah di tengah dinamika hubungan antarlembaga.
"Dalam kondisi ketika relasi antarlembaga sedang mendapat sorotan publik, pernyataan Kapolri memiliki bobot politis yang signifikan sekaligus menjadi upaya penyeimbangan narasi di ruang publik," kata Boni Hargens kepada wartawan, Selasa (14/7).
Ia menyatakan, agenda yang dilakukan Kapolri bukan sekadar kunjungan seremonial. Menurutnya, langkah tersebut mencerminkan upaya membangun komunikasi sekaligus meredam persepsi publik mengenai kemungkinan adanya friksi di antara institusi penegak hukum.
Boni juga menyebut, pendekatan yang ditempuh Kapolri menunjukkan kepemimpinan yang menempatkan kepentingan stabilitas nasional di atas kepentingan sektoral. Komunikasi langsung dengan pimpinan TNI dan Kejaksaan Agung dinilai penting untuk memperkuat kepercayaan serta menjaga hubungan kelembagaan.
"Mengutamakan stabilitas nasional di atas kepentingan sektoral menjadi inti dari gestur politik Kapolri yang patut diapresiasi," ujarnya.
Menurutnya, langkah tersebut tidak hanya merealisasikan arahan Presiden, tetapi juga menunjukkan sikap proaktif dalam mengantisipasi situasi yang berpotensi memengaruhi stabilitas hukum dan keamanan nasional.
Boni menambahkan, dinamika antarlembaga merupakan bagian dari kompleksitas tata kelola pemerintahan, terutama ketika berhadapan dengan perkara-perkara hukum berskala besar yang melibatkan institusi negara. Karena itu, keseimbangan antara independensi penegakan hukum dan kerja sama antarlembaga perlu terus dijaga.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Ariel NOAH 18 Tahun Menduda, Dekat dengan Wulan Guritno di Ultah ke-45
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
7 Kebiasaan yang Bikin Ban Motor Cepat Botak, Mana yang pernah Kamu Lakukan?
Viral Pegawai BGN Sindir Korban Keracunan MBG Sambil Makan Chicken Katsu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sudah Tak Jadi Menkeu, Uang Rp 100 Ribu Bertanda Tangan Purbaya Malah Diburu
10 Kali Sidang Kasus Kuota Haji, Saksi Beberkan Tak Ada Dugaan Kerugian Negara
Psikolog Umum Kompeten dan Siap Berikan Layanan di Puskesmas, Pendidikan, Organisasi serta Komunitas
Tak Lagi jadi Menkeu, Momen Purbaya Makan Bakso Berdua Istri dan Kembali Nyetir Sendiri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022