
Bupati Sukoharjo Etik Suryani mengenakan rompi tahanan usai menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Sabtu (11/7/2026). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com).
JawaPos.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap modus korupsi yang diduga dilakukan oleh Bupati Sukoharjo Etik Suryani. Untuk mendapatkan uang lewat pemerasan, bupati periode 2021-2025 dan 2025-2030 itu menerbitkan 2 surat keputusan (SK) sekaligus.
Pertama, SK tentang penerimaan dan besarnya pembayaran insentif pemungutan pajak daerah. Kedua, SK tentang penerima dan besarnya insentif pemungutan retribusi daerah pada Badan Pengelolaan Keuangan Pendapatan dan Aset Daerah (BPKAD) Sukoharjo Tahun 2026.
”Terbitnya kedua SK bupati tersebut diduga digunakan sebagai alat oleh ETS (Etik) untuk melakukan tindakan pemerasan setoran upah pungut di lingkungan BPKAD Sukoharjo,” kata Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur Rahayu dalam konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK pada Sabtu (11/7).
Menurut Asep, Etik meminta Kepala BPKAD Sukoharjo Richard Tri Handoko untuk mengumpulkan 40 persen dari insentif yang diterima oleh sejumlah pegawai BPKAD. Permintaan itu dilakukan karena bupati sebelum Etik yang tidak lain adalah suaminya sudah melakukan hal yang sama.
”Dengan kode perintah tambahan upah pungut kae ono tho? (tambahan upah pungut itu ada kan?),” kata Asep.
Tidak hanya itu, Etik secara sadar meminta agar setoran upah pungut tersebut disamakan dengan suaminya dulu. Kepada pegawai BPKAD Sukoharjo, bupati sebelumnya menyatakan bahwa para pegawai itu sudah dilantik oleh dirinya, sehingga harus memberikan setoran upah pungut.
”Dengan perintah wes dilantik ojo ndeleng wae (sudah dilantik, jangan diam saja). Maksudnya agar pegawai pada BPKAD tersebut memberikan setoran kepada bupati saat itu,” terang Asep.
Atas perintah yang disampaikan oleh Etik, Richard lantas melanjutkan perintah itu kepada pejabat eselon III di BPKAD Sukoharjo untuk menyetorkan potongan upah pungut kepada Sekretaris BPKAD Sukoharjo Nardi. Dari Nardi setoran itu nantinya diteruskan kepada Etik.
Praktik itu sudah terjadi sejak 2021 sampai 2026. Bila ditotal secara keseluruhan, upah pungut yang diterima oleh Etik mencapai Rp 2,93 miliar. Tidak hanya itu, Etik juga memerintahkan Kepala Bagian Umum Sekretariat Daerah Sukoharjo Tri Mulyo mengurus setoran rutin dari organisasi perangkat daerah (OPD) di Sukoharjo.
”Ada pun besaran permintaan tersebut juga diduga meneruskan warisan dari bupati sebelumnya dengan kode padakno karo bapak (samakan dengan bapak). Dimana pada periode bupati sebelumnya, juga meminta setoran kepada pegawai bagian umum dengan perintah golekno 500 akhir tahun (carikan 500 juta untuk akhir tahun),” jelas Asep.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Borneo FC vs Persija Jakarta: Macan Kemayoran Menang Tipis di Samarinda
Prediksi Skor Lyon vs Auxerre di Liga Prancis: Les Gones Berpeluang Menang Telak di Groupama!
Prediksi Skor Newcastle United vs Bournemouth di Liga Inggris: The Magpies Tak Ingin Malu di Kandang
Prediksi Skor Hoffenheim vs Borussia Dortmund di Liga Jerman: Kans Die Borussen Gondol 3 Poin
Prediksi Skor Bhayangkara FC vs Persebaya Surabaya: Green Force Diprediksi Menang Tipis di Lampung
Prediksi Arema FC vs Isenmulang Kalteng FC: Singo Edan Diprediksi Menang di Kanjuruhan
Santri Cilik Tegur Bacaan Alquran Nusron Wahid: Ayat Alquran Jangan Diacak-acak!
Prediksi Skor Werder Bremen vs RB Leipzig di Liga Jerman: Die Bullen Bisa Gondol 3 Poin
Prediksi Skor Brentford vs Sunderland di Liga Inggris: The Bees Berpeluang Gasak Tim Tamu!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
