
Ilustrasi dokter memegang elemen medis. (Freepik)
JawaPos.com - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menegaskan Rumah Sakit Leona tidak serta-merta dapat dikenai sanksi penutupan. Hal itu menyusul hasil investigasi dugaan intimidasi terhadap dokter IGD, dr. Eliza Princila Utami Pakaenoni atau dr. Icha yang ada kelalaian dari pihak RS karena membiarkan pelaku masuk ke dalam ruang IGD.
Direktur Jenderal Kesehatan Lanjutan Kemenkes Azhar Jaya mengatakan bahwa pemerintah daerah melalui dinas kesehatan akan memberikan pembinaan yang proporsional kepada rumah sakit berdasarkan hasil investigasi yang telah dilakukan.
Menurut Azhar, salah satu temuan penting dalam kasus tersebut adalah memang belum optimalnya perlindungan terhadap tenaga kesehatan, khususnya di Instalasi Gawat Darurat (IGD) yang merupakan area dengan risiko konflik tinggi.
"Yang kurang dilakukan oleh fasilitas kesehatan adalah memberikan perlindungan kepada tenaga kesehatan di tempat-tempat yang kritis, dalam hal ini adalah IGD," kata Azhar kepada wartawan, Jumat (3/7).
Ia menjelaskan, manajemen rumah sakit seharusnya melakukan pemetaan atau mitigasi risiko terhadap area-area yang berpotensi memicu konflik. Salah satunya adalah IGD, mengingat keluarga pasien sering berada dalam kondisi panik dan emosional saat menunggu penanganan medis.
Karena itu, menurutnya, rumah sakit wajib menempatkan petugas keamanan serta menyiapkan sistem perlindungan yang memadai bagi tenaga kesehatan yang bertugas.
"Nah, tentu saja di tempat rawan konflik ini harus ada tenaga satpam. Harus ada upaya-upaya perlindungan dan sebagainya," ucapnya.
Azhar menambahkan, berdasarkan hasil investigasi Kemenkes, sistem pengamanan di RS Leona dinilai tidak berjalan sebagaimana mestinya saat dugaan intimidasi terhadap dr. Icha terjadi.
Meski demikian, ia menegaskan pemerintah tidak akan langsung menjatuhkan sanksi terberat berupa penutupan rumah sakit.
"Untuk sanksi tentu saja tidak bisa langsung menutup. Penutupan itu adalah jalan yang terakhir, tetapi lebih banyak pembinaan secara bertahap," tegasnya.

Prediksi Skor Kolombia vs Ghana di Piala Dunia 2026: Misi Los Cafeteros Lolos 16 Besar, Siap Kirim Pulang Wakil Afrika
Prediksi Skor Australia vs Mesir di 32 Besar Piala Dunia 2026: The Pharaohs Menang Tipis Lewat Duel Sengit
Prediksi Skor Swiss vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Granit Xhaka Cs Siap Libas El Khadra Demi Tiket 16 Besar
Prediksi Skor Spanyol vs Austria di Piala Dunia 2026: Lamine Yamal Jadi Pembeda
Prediksi Skor Portugal vs Kroasia di 32 Besar Piala Dunia 2026: Joao Felix Pede Singkirkan Skuad Vatreni!
Brasil vs Norwegia: Memori 1994 dan 1998, Misi Balas Dendam Generasi Emas Erling Haaland di Piala Dunia 2026
Penjelasan Gol Offside Kroasia ke Gawang Portugal! Keputusan Kontroversial di 32 Besar Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Spanyol vs Austria: Bursa Taruhan Jagokan La Roja, Opta Klaim Peluang Menang 70,6 Persen
Kemenhub Ungkap Kronologi Putus Kontak Pesawat PK-RCY di Balinggama Papua, Pilot Dilaporkan Meninggal Dunia
Prediksi Skor Portugal vs Kroasia di Piala Dunia 2026: Misi Berat Cristiano Ronaldo Cs Lolos ke 16 Besar
