Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 28 Juni 2026 | 06.15 WIB

Kemhan Klaim Aktivitas Fisik Latsarmil Calon Manajer KDMP hanya PBB, Senam, Jalan Kaki, dan Hormat Militer

Kemhan menyampaikan penjelasan terkait sejumlah peserta latsarmil yang meninggal dunia sepekan belakangan. Total sudah 5 Persita kehilangan nyawa. (Sahrul Yunizar/JawaPos.com) - Image

Kemhan menyampaikan penjelasan terkait sejumlah peserta latsarmil yang meninggal dunia sepekan belakangan. Total sudah 5 Persita kehilangan nyawa. (Sahrul Yunizar/JawaPos.com)

JawaPos.com - Sejak awal Kementerian Pertahanan (Kemhan) membatasi aktivitas fisik bagi peserta latihan dasar militer (latsarmil) dalam program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI). Aktivitas fisik hanya latihan peraturan baris berbaris atau PBB, senam, jalan kaki bersama, dan hormat militer.

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kemhan Mayjen TNI Ketut Gede Wetan Pastia menyampaikan bahwa pada tahap awal latsarmil, para peserta hanya menjalani pembinaan disiplin dan pembentukan karakter lewat pendidikan bela negara.

”Kegiatan-kegiatan fisik sesuai dengan yang sudah dilaksanakan itu adalah senam, kemudian jalan, PBB, dan PPM (Peraturan Penghormatan Militer). Belum ada kegiatan yang memang kegiatan fisik berat,” kata dia kepada awak media di Kantor Kemhan, Jakarta Pusat (Jakpus) pada Sabtu (27/6).

Jenderal bintang dua TNI AD itu mengungkapkan bahwa seluruh tahap latsarmil sudah disusun sedemikian rupa dengan skema bertahap, bertingkat, dan berkelanjutan. Selain fokus pada disiplin dan karakter, para peserta ditempa untuk andal dalam urusan manajerial.

"Manajerialnya secara paralel yaitu materi Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih yang diampu oleh Kementerian Koperasi. Kemudian manajerial Kampung Nelayan Merah Putih yang diampu oleh Kementerian Kelautan," bebernya.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Biro Informasi Pertahanan (Infohan) Sekretariat Jenderal (Setjen) Kemhan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait menjelaskan bahwa pihaknya juga sudah memberi tanda kepada para peserta yang butuh perhatian khusus.

"Untuk orang-orang tertentu itu kami beri tanda pita putih dengan harapan mereka sudah bisa kami tandai dan mencegah misalnya membutuhkan atensi khusus di bidang medis," jelasnya.

Rico menyebut, hal itu sebagai prosedur yang biasa dilakukan di berbagai lembaga pendidikan. Kondisi kesehatan para peserta juga rutin dicek ulang oleh pelatih setiap sebelum melaksanakan aktivitas. Tujuannya untuk memastikan kondisi para peserta benar-benar siap dan fit.

Atas meninggalnya 5 orang peserta dalam sepekan belakangan, Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin turut memberi atensi. Sjafrie memerintahkan penyelenggara latsarmil menyesuaikan intensitas kegiatan berdasar pada kondisi masing-masing peserta.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore