
Agus Rahardjo.
JawaPos.com - Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo menilai praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) di Indonesia semakin meluas dan terjadi hampir di seluruh sektor kehidupan berbangsa. Menurutnya, berbagai lembaga yang dibentuk pascareformasi sejatinya diharapkan mampu menjadi benteng dalam memberantas praktik-praktik tersebut.
Agus menyebut sejumlah institusi seperti KPK, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), Mahkamah Konstitusi (MK), hingga Komisi Yudisial (KY) lahir sebagai bagian dari agenda reformasi untuk memperkuat tata kelola pemerintahan yang bersih.
"Nepotisme terjadi di mana-mana, korupsi di semua lapis dan sektor. Harus ada gerakan untuk mengembalikan hasil-hasil reformasi, dan masyarakat sipil serta dunia akademik harus bergerak," kata Agus Rahardjo di Universitas Harkat Negeri (UHN), Kamis (25/6).
Ia menilai, semangat reformasi 1998 kini mengalami kemunduran yang cukup serius. Padahal, reformasi diharapkan menjadi momentum lahirnya sistem pemerintahan yang lebih transparan, akuntabel, dan berintegritas.
"Kehancuran tata kelola bermula dari kepemimpinan yang mengabaikan integritas," tegasnya.
Agus juga menyoroti kondisi Indeks Persepsi Korupsi (IPK) Indonesia yang dalam beberapa tahun terakhir stagnan di angka 34. Capaian tersebut masih tertinggal dibandingkan sejumlah negara di kawasan Asia Tenggara, seperti Singapura yang mencatat skor 84, Brunei Darussalam 65, dan Malaysia 51.
Menurut Agus, salah satu faktor yang berkontribusi terhadap melemahnya persepsi publik terhadap upaya pemberantasan korupsi adalah perubahan regulasi yang mengurangi independensi KPK.
"Revisi Undang-Undang KPK, yang menempatkan di bawah presiden dan menghapus independensinya, sebagai salah satu pemicu penurunan tersebut," ujarnya.
Dalam forum yang sama, mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said menyampaikan pandangannya mengenai kondisi tata kelola pemerintahan saat ini. Ia menilai Indonesia tengah menghadapi masa yang sulit dalam aspek pengelolaan negara.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Moldova vs Kepulauan Faroe: Landsliðið Unggul Tipis dari Tuan Rumah
Gelar Pertemuan, BEM UI, SEMA UGM, dan KM ITB Sepakat Gelar Aksi Besar dalam Waktu Dekat
Prediksi Skor Slovenia vs Makedonia Utara di Liga Nations UEFA: Fantje Kalahkan Tim Tamu
Prediksi Skor Skotlandia vs Swiss di Liga Nations UEFA: Nati Kalahkan Tuan Rumah dengan Skor Telak
Prediksi Skor Skor Lithuania vs Andorra, Laga Persahabatan: Tuan Rumah Berpeluang Menang
Prediksi Skor San Marino vs Albania di Liga Nations UEFA: Kuq e Zinjte Menang Telak di Dogana
Prediksi Skor Filipina vs Pakistan di FIFA ASEAN Cup: The Azkals Menang Tipis Atas The Shaheens
Prediksi Skor Jamaika vs Honduras di CONCACAF Nations League: Reggae Boyz Menang Meyakinkan?
Prediksi Skor Moldova vs Kepulauan Faroe: Tuan Rumah Dibayangi Rapuhnya Lini Pertahanan
Prediksi Finlandia vs Belarus di UEFA Nations League: Pohjanpalo Siap Lanjutkan Ketajaman

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022